katar1

Anggota Karang Taruna (Katar) Kecamatan Cilodong saat melakukan pengolahan limbah organik menjadi pupuk cair di tempat pengolahan dan pemanfaatan sampah Katar Kecamatan Cilodong (Pepes Kancil). (Foto: Istimewa/Diskominfo)

depok.go.id – Karang Taruna (Katar) Kecamatan Cilodong terus berupaya dalam mengurangi volume sampah yang terdapat di Kota Depok. Salah satunya dengan membentuk tim pengolahan dan pemanfaatan sampah Katar Kecamatan Cilodong (Pepes Kancil) untuk mengubah limbah organik menjadi pupuk cair.

Ketua Katar Kecamatan Cilodong, Robi mengatakan, sejak dibentuk tim Pepes Kancil pada enam bulan lalu, maka mereka memiliki tugas untuk mengambil berbagai limbah organik yang berasal dari setiap rumah warga. Diantaranya, sampah sisa sayuran, dan sampah sisa makanan.

“Sampah yang sudah diambil tersebut kemudian akan dipilah. Setelah itu, sampah organik akan kami masukkan ke dalam drum recycle,” kata Robi kepada depok.go.id, Selasa (18/04/2017).

Dikatakannya, sebelum limbah organik tersebut dimasukkan ke dalam drum recycle, pihaknya akan mengaduk serta diberikan sejumlah campuran cairan. Antara lain air beras dan air gula merah. Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat proses pembusukan pada limbah organik tersebut.

“Setelah itu, tutup drum recycle selama empat hingga lima jam hingga menghasilkan cairan atau pupuk cair,” ucapnya.

Menurutnya, untuk ukuran 3 drum recycle yang berisi limbah organik, dapat menghasilkan pupuk cair sebanyak 4,5 hingga 7 liter. Dari hasil tersebut, sebanyak 20 hingga 30 persen pupuk cair diberikan kepada warga sekitar.

“Selain diberikan kepada warga, kami juga menjual hasil pengolahan pupuk cair untuk mengembangkan serta menambah sarana penunjang untuk operasional tim pengolah limbah,” jelasnya.

Kemudian, pupuk cair tersebut sudah diperjual belikan dengan harga Rp. 10 ribu untuk ukuran pupuk cair sebesar 600 ml khusus bagi warga yang tinggal untuk wilayah Kecamatan Cilodong. Sementara untuk pengiriman selain di Kecamatan Cilodong dikenai biaya sebesar Rp. 15 ribu.

“Untuk pupuk cair ini sudah pernah kami jual ke sejumlah daerah. Seperti Pondok Rajeg dan Pancoran Mas. Namun, saat ini kami sedang fokus pada penataan tempat serta sarana dan prasarana penunjang,” tuturnya.

Robi berharap, agar pengolahan limbah cair milik Katar Kecamatan Cilodong tersebut dapat terus berkembang. Sehingga, semakin banyak sampah yang dapat terkumpul dan diolah menjadi pupuk cair.

“Saat ini, dana yang kami gunakan merupakan dana swadaya dari para anggota. Sehingga, untuk pengolahan limbah organik ini masih dalam tahap perkembangan. Meskipun masih jauh dari rencana program yang ditargetkan, kami terus berusaha dan optimis agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik semaksimal yang kami bisa,” tandasnya.

Penulis: Guntur Widyanto

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :