story telling

Lomba story telling bagi tutor pos paud dalam rangkaian HUT Kota Depok di aula dkp3, Jumat (21/03/2017). (Foto : Rysko/Diskominfo)

depok.go.id – Budaya bertutur cerita lewat dongeng kini mulai langka dilakukan pendidik. Untuk melestarikannya TP PKK Kota Depok mengadakan lomba story telling bagi para tutor Pos PAUD dan kader PKK kecamatan yang diikuti sedikitnya 9 peserta.

Wakil Ketua 2 TP PKK Kota Depok, Diah Anggraeni mengatakan, lomba yang digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Depok ke-18 ini ditujukan untuk melestarikan budaya mendongeng kepada masyarakat. Terlebih, budaya mendongeng memiliki berbagai manfaat yang positif bagi anak-anak.

“Dengan mendongeng kita bisa menciptakan hubungan yang erat dan harmonis dengan anak, dongeng juga dirasa bisa menciptakan dialog antara anak dan orangtua,” jelas Diah di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, Jumat (21/04/2017).

Dengan tema, Setop Kekerasan pada Anak, dirinya berharap para tutor Pos PAUD dan para kader di tiap wilayah juga bisa berperan aktif dalam kampanye perlindungan anak. Caranya tentu dengan media dongeng ini, karena dongeng media yang cukup baik dan mudah dicerna oleh anak-anak.

“Harapannya semakin banyak para kader yang bisa memiliki kemampuan mendongeng, dan juga menularkan kemampuan ini kepada masyarakat lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida menambahkan, tujuan yang dicapai dalam mengikuti lomba ini bukanlah mengenai juara atau tidaknya. Namun, lebih kepada pembelajaran dan saling berbagi mengenai cara mendongeng yang baik kepada anak.

“Menang atau kalah itu bukan tujuan lomba ini, tapi lebih kepada niat kita untuk bisa melestarikan budaya mendongeng,” ucap Bunda Elly, demikian ia disapa.

Dirinya juga berpesan kepada pemenang lomba, yakni Anny Dianty dari Kecamatan Beji, untuk jangan berpuas diri. Tetapi, terus meningkatkan kemampuan dengan selalu berlatih dan saling memberikan ilmu kepada sesama kader.

“Mari kita belajar dan terus belajar,” tutupnya.

Penulis: Rysko

Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :