Puluhan Petugas dan Peternak mendapatkan pelatihan dari DKPPP bekerjasama dengan BBPKH Cinagara Bogor, di D’Kandang, Sawangan, Kota Depok, belum lama ini. (foto dok. DKPPP).

depok.go.id-Upaya mengendalikan penyakit brucellosis pada sapi perah, terus dilakukan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok. Agar penanganan lebih maksimal, DKPPP juga berkerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor, yang merupakan milik Kementerian Pertanian (Kementan).

“Penyakit brucellosis ini kan tidak terlalu kelihatan gejalanya, belum lama ini kami melakukan sosialisasi ke petugas dan peternak sebagai langkah antisipasi. Bagaimana cara mengenali penyakit dan pencegahannya. Bekerja sama dengan BBPKH Cinagara, Bogor,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Depok, Dede Zuraida, Minggu (22/04/18).
Kegiatan peningkatan kapasitas yang diikuti 30 peserta ini, diharapkan Dede bisa meningkatkan pemahaman petugas mengenai penyakit brucellosis. Sehingga, program pengendalian brucellosis dapat lebih efektif.
“Kalau sosialisasi ini sampai kepada masyarakat, maka antisipasi bisa dilakukan sejak awal. Karena brucellosis juga bisa tertular ke manusia. Selain itu, peternak juga dapat meningkatkan produktivitas ternak, khususnya sapi perah,” jelasnya.
Sementara itu, Widyaiswara BBPKH Cinagara, Bogor Fera Aryanti mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus melakukan sosialisasi di Kota Depok. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan penyakit brucellosis yang saat ini sudah mencapai dua persen, dari 537 populasi yang ada di Kota Depok.
“Kami berharap, kegiatan ini bisa menjadi acuan untuk peternak agar mampu mendeteksi lebih awal terkait gejala penyakit tersebut. Sehingga tingkat kejadian, bisa ditekan dan masyarakat juga yakin akan kandungan susu dan daging sapi di Kota Depok. Karena semua petugasnya sudah kita latih,” paparnya.
Untuk diketahui, brucellosis merupakan penyakit hewan menular strategis dan membutuhkan pengaturan lalu lintas ternak yang sehat. Penyakit ini bisa menyebabkan hewan mengalami keguguran dan menurunkan produksi susu pada sapi perah.
Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih dan Rita Nurlita
Diskominfo
Bagikan post melalui :