depok.go.id – Usai melaksanakan ibadah salat dzuhur berjamaah, Wakil Walikota Depok Idris Abdul Shomad memberikan tausyiah di Masjid Baitul Kamal, Balai Kota Depok, Senin (20/06/2015). Tausyiah tersebut diikuti oleh beberapa jamaah yang di antaranya aparatur pemerintah dan warga yang berada di lingkungan Balai Kota Depok.

Mengawali ceramahnya, alumni Gontor tersebut menjelaskan bahwa ibadah puasa yang dijalankan saat ini merupakan praktik yang sebelumnya pernah dilakukan umat pada zaman Rasulullah Saw. Tentunya sebagai salah satu media yang efektif dalam membentuk karakter insan yang mulia.

“Dalam menjalankan ibadah puasa, secara lambat laun akan muncul akhlak mulia dalam diri kita,” tutur Idris.

Lebih lanjut, mantan Sekjen Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) tersebut menambahkan bahwa salah satu wujud akhlak mulia yang terdapat pada manusia yaitu adanya kerinduan terhadap Nabi Muhammad Saw. Dirinya mencontohkan, Rasulullah ketika berada di Madinah kerap mengumandangkan adzan, sebelum beliau meninggal dunia pernah berpesan kepada Abu Bakar As Sidiq untuk menggantikannya beradzan di salah satu kota yang ada di Arab Saudi tersebut, namun ia menolaknya.

Idris melanjutkan tausyiahnya dengan mengisahkan suatu ketika Nabi Besar Muhammad Saw meninggal, Abu Bakar As Sidiq mengaku pernah bermimpi bertemu Rasulullah. Dalam mimpinya tersebut, baginda Rasulullah mengatakan apa yang membuatnya tidak pernah mengunjungi Rasulullah. Setelah itu, sahabat nabi tersebut mengunjungi makam Rasulullah.

Ketika berada di pusaran Nabi Muhammad, Abu Bakar As Sidiq bertemu dengan dua lelaki, yaitu Hasan dan Husein. Saat itu, mereka mengatakan bahwa ingin mendengar kumandang adzan. Namun, sahabat nabi tersebut tidak menghiraukan ide yang diajukan Hasan dan Husein. Selain itu, Khalifah Umar bin Khattab juga memintanya untuk melantunkan adzan, tetapi tidak didengarkannya.

Namun, beberapa saat kemudian, terdengan suara adzan. Seketika itu Madinah menjadi sunyi dan senyap karena adanya lantunan adzan. Lalu mereka berbondong-bondong datang ke Masjid Nabawi. Pada saat itulah terdengar suara tangisan dari masyarakat di Arab Saudi, tidak terkecuali Khalifah Umar bin Khattab.

“Kisah pada zaman sahabat nabi dan khalifah Umar bin Khattab ini merupakan bukti bahwa umat Islam di Arab memiliki akhlak yang mulia. Saat mereka merindukan suara adzan Rasulullah, ketika Abu Bakar As Sidiq mengumandangkan, mereka semua terharu dan menangis,” tutup wakil Walikota kelahiran Jakarta tersebut. (Indri/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :