Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Lies Karmawati. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan menanggung biaya pengobatan Raffa Ismail Fahrezi, anak yang menjadi korban pelemparan batu di Jalan Juanda, Kota Depok. Biaya pengobatan tersebut akan ditanggung Pemkot Depok hingga kondisi bocah berusia sembilan tahun itu menjadi pulih kembali.

“Intinya Pemkot Depok akan menindaklanjuti biaya pengobatan bagi korban yang saat ini masih berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Lies Karmawati di ruang kerjanya, belum lama ini.

Lebih lanjut, ucapnya, untuk biaya pengobatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) akan menggunakan dana bantuan sosial (bansos) 2018. Kemudian, untuk perawatannya, Dinkes akan menyesuaikan dengan kondisi korban dalam proses pemulihan.

“Kami akan cover semua biaya pengobatan hingga pulih. Mau di RS Polri Kramat Jati atau nanti dipindahkan ke Kota Depok. Selain itu, ambulans kami juga siap untuk mengantarkan kepulangan korban,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, bansos bisa digunakan oleh warga tidak mampu yang ber-KTP Depok dengan catatan tidak mempunyai asuransi kesehatan. Maka dengan itu, mereka dapat mengajukan bansos yang dapat diurus di Dinkes melalui seksi pelayanan dasar dan rujukan.

“Jadi, dana bansos ini berlaku bagi semua warga Depok yang tidak mampu untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Warga tersebut dapat mengurus dengan membawa keterangan tidak mampu dari RT, RW, selanjutnya kami akan membayarkan biaya pengobatan ke rumah sakit yang dituju oleh mereka,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Depok Mohammad Idris menegaskan, langkah proaktif akan dilakukan pemerintah terhadap tindak kejahatan pelemparan  batu di Jalan Juanda. Pihaknya akan memasang sejumlah CCTV, serta Penerangan Jalan Umum (PJU) di sekitar lokasi.

“Kami akan ajukan pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun ini. Perlu diketahui Jalan Juanda adalah jalan nasional yang kewenangannya ada di pemerintah pusat,” tutupnya.

Penulis : Janet Swastika

Editor    : Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :