depok.go.id – Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kota Depok menilai dukungan Pemkot Depok terhadap pemberian Air Susu Ibu (ASI) di tengah masyarakat sangatlah besar. Dukungan tersebut mengingat pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi usia 0 hingga 6 bulan yang dilanjutkan pemberian ASI sampai usia 2 tahun.

“Saya salut dengan Pemkot Depok yang telah banyak memberikan dukungannya kepada para ibu dalam hal pemberian ASI dan menyusui,” ujar Rosmaidah, kepala divisi Hukum dan Advokasi AIMI Kota Depok beberapa waktu lalu.

Rosmaidah mengatakan, ada beberapa peraturan yang berkaitan dengan Air Susu Ibu (ASI), di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012, tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif, sudah menjadi kewajiban pemerintah dan perusahaan untuk menyediakan ruangan khusus menyusui di beberapa tempat publik.  Dalam hal ini Pemkot Depok sudah mengakomodir dengan penyediaan ruang laktasi di tiap lantai gedung Dibaleka 2 maupun gedung Balai Kota Depok.

Perempuan yang masih aktif sebagai Staf Akademik pada Departemen Epidemiologi FKM UI itu, mengungkapkan salut kepada Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il yang sudah sangat besar dalam mendorong ibu memberikan ASI eksklusif. Terbukti dengan PNS pria di lingkungan Pemkot Depok diberikan hak cuti melahirkan, gunanya agar bisa menemani dan menjaga istrinya dalam persiapan menjalani proses melahirkan, serta  diharapkan bisa mendorong sang istri dalam memberikan ASI eksklusif bagi buah hatinya.

“Sudah bagus ya ayah diberi cuti untuk menemani istrinya yang baru melahirkan. Hal ini tentu sangat mendukung suksesnya pemberian ASI pada bayi. Mudah-mudahan kedepannya bukan hanya PNS saja tetapi bisa merambah ke perusahaan swasta dan instansi pemerintah lainnya yang ada di Kota Depok,” tutup ibu 2 anak tersebut, seraya berharap. (Nurul Hasanah/Ed: Faizal Satrio – Diskominfo)

Bagikan post melalui :