Wali Kota Depok Mohammad Idris saat membuka acara Festival Hari Santri Nasional 2018 di Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Minggu (21/10/18). (Foto : Diskominfo)

depok.go.id- Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2018, Wali Kota Depok Mohammad Idris berpesan agar seluruh santri yang masih mengenyam pendidikan di pondok pesantren (ponpes) agar bisa menerapkan 3 T dalam kehidupan. 3 T yang dimaksud antara lain Tarbiah, Taujih wa Tarqiah dan Takwin.

“Tarbiah wa Taklim artinya misi pendidikan dan pengajaran, di mana santri wajib meneladani peran guru dan begitu juga sebaliknya. Guru maupun santri bisa dijadikan suatu media untuk sama-sama menjadi contoh dan figur yang baik,” ujarnya, di Balai Kota, Senin (22/10/18).

Selain itu, lanjutnya, santri juga harus Taujih wa Tarqiah artinya santri harus bisa menyerap ilmu yang diberikan oleh ustaz atau pengasuh di ponpes, dan harus bisa secara aktif mengamalkannya.

“Terakhir adalah Takwin, santri harus mampu membentuk wawasan keislaman melalui aktivitas sehari-hari. Baik saat masih mondok, maupun ketika sudah keluar ponpes. Jadi jika sudah keluar ponpes, diharapkan santri sudah terbiasa menjalankan kesederhanaan saat di ponpes,” ucapnya.

Dirinya berharap, melalui pembelajaran di ponpes, santri bisa menjadi pemimpin yang berkualitas yang tentunya sesuai perintah Allah dalam Alquran.

“Jadikanlan Hari Santri Nasional sebagai pengingat kepada kita semua, terhadap kiprah dan nilai kepesantrenan,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :