Kepala Kemenag Kota Depok, Asnawi. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id-Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok terus melakukan validasi data pondok pesantren di Kota Depok. Untuk itu, pondok pesantren yang belum terdaftar diharapkan dapat mendaftarkan diri ke Kemenag.

“Sekarang sudah ada UU No 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, sehingga pesantren-pesantren yang terdaftar akan mendapatkan perhatian dari pemerintah. Oleh karena itu,  kita harapkan pesantren yang belum terdaftar bisa mengajukan pendaftaran kepada kami,” tutur Kepala Kemenag Kota Depok, Asnawi kepada depok.go.id, usai menghadiri peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Balai Kota Depok, Senin (22/10/2019).

Asnawi menyebutkan, saat ini terdapat  97 pondok pesantren yang sudah terdaftar di Kota Depok. Sementara yang belum terdaftar sebanyak 14 pesantren.

“Kendala utama dari beberapa pesantren yang belum terdaftar, belum memiliki bangunan tetap atau masih kontrak. Ini tentunya tidak kita izinkan, karena harus memiliki bangunan tetap,” ujarnya.

Lebih lanjut, ucapnya, terdapat beberapa kriteria pendaftaran bagi pondok pesantren. Antara lain, memiliki santri, bangunan tidak mengontrak, dan materi pelajaran yang jelas.

“Khusus untuk materi pelajaran, kami sudah meluncurkan moderasi agama sebagai panduan pembelajaran di pesantren, karena kami tidak ingin pesantren dicap sebagai lembaga yang mengajarkan orang untuk bersikap keras atau radikal,” tandasnya.

Penulis : Jose Marques

Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :