Environmental Health Risk Assessment (EHRA)

Konsultasi Publik Pemutakhiran Dokumen Strategi sanitasi kota depok senin (21/12/2015). (Foto : Nurul/Diskominfo)

depok.go.id – Sedikitnya terdapat 9 wilayah di Kota Depok yang menjadi area prioritas dalam perbaikan Environmental Health Risk Assessment (EHRA). Tempat-tempat tersebut antara lain Kelurahan Duren Mekar, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kelurahan Sawangan Baru, Kelurahan Cipayung Jaya, Kelurahan Cinere, Kelurahan Depok, Kelurahan Depok Jaya, Kelurahan Ratu Jaya, dan Kelurahan Mekar Jaya.

Hal tersebut sebagaimana dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Depok, Noerzamanti Lies, bahwa 9 area ini mendapat penilaian dan pemetaan tingkat risiko berdasarkan kondisi sumber air, pencemaran karena air limbah domestik, pengelolaan persampahan di tingkat rumah tangga, kondisi drainase, perilaku cuci tangan pakai sabun, higienis jamban, penanganan air minum, dan buang air besar sembarangan.

“Berdasarkan hasil studi EHRA yang dibuat Dinkes, maka setidaknya ada 9 wilayah EHRA yang akan diprioritaskan,” kata Lies.

Studi EHRA sendiri menurut Lies ialah sebuah studi awal membuat sanitasi menjadi lebih visible dengan membuat sebuah survei pastisipatif di tingkat kota untuk memahami kondisi fasilitas sanitasi dan higienitas warga pada umumnya.

“Studi EHRA ini guna mendapatkan gambaran kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku yang berisiko terhadap kesehatan lingkungan, serta memberikan advokasi kepada masyarakat,” imbuh Lies.

Lies juga menambahkan yang ingin diketahui dalam studi EHRA ini mencakup akses dan kondisi sarana sanitasi yang telah ada, termasuk air bersih, jamban, air buangan dan saluran pembuangan air, dan jasa pengumpulan limbah padat. Studi EHRA juga mengamati bagaimana perilaku rumah tangga dalam menggunakan fasilitas yang ada dan mempelajari perilaku anggota rumah tangga dalam hubungannya dengan risiko kesehatan lingkungan. (Nurul Hasanah/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :