BPJS

MoU antara Pemerintah Kota Depok dengan BPJS Kesehatan di aula lantai I, Balai Kota Depok, Selasa (22/12/15). (Foto : Nita/Diskominfo)

depok.go.id – Mulai 1 Januari 2016, sebanyak 127.937 penerima Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kota Depok akan diintegrasikan menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Kepala UPT Jamkesda Kota Depok, Yulia Oktavia, mengatakan total ada 21 tahapan yang telah dilalui dalam standar operasional prosedur integrasi Jamkesda ke BPJS Kesehatan. “Integrasi BPJS tahap pertama di awal Januari sudah semuanya rampung,” ungkap Yulia, usai penandatangan MoU antara Pemerintah Kota Depok dengan BPJS Kesehatan di aula lantai I, Balai Kota Depok, Selasa (22/12/15).

Yulia menambahkan, proses integrasi Jamkesda di Depok memiliki dua tahapan. Diperkirakan masih ada 50 ribu lebih peserta Jamkesda yang belum bisa dintegrasikan ke BPJS. Rencananya, proses integrasi Jamkesda ke BPJS Kesehatan selesai pada akhir tahun 2016. 

Lebih lanjut, Yulia mengatakan awalnya setelah pencocokan dan penelitian peserta Jamkesda pada April-Mei 2015 di Depok, ada sebanyak 188.660 jiwa. Namun, saat data Jamkesda diintegrasikan ke BPJS, harus perhitungan per kepala keluarga, sehingga setelah diintegrasikan menggunakan penghitungan per KK, data 188.660 jiwa naik menjadi 251.000 jiwa. 

Setelah data terakhir diolah dan disinkronkan dengan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), data kembali menyusut menjadi 187.465 jiwa. Selanjutnya, untuk data yang sudah disinkronkan dengan Disdukcapil, kemudian disinkronkan kembali dengan data BPJS, dan berkurang lagi menjadi 135.906 jiwa. 

“Berkurang 51.559 jiwa karena mereka sudah menjadi peserta BPJS,” ucapnya.

Setelah data yang disinkronkan dengan data BPJS keluar, maka dilakukan uji publik yang dilakukan pada 4 hingga 19 November 2015. Hasilnya setelah diuji publik menjadi 127.937 jiwa. “Ada tiga kali penyaringan sampai data yang diuji publik selesai. Peserta Jamkesda yang telah gugur dalam uji publik tidak bisa memanfaatkan kartu Jamkesda lagi,” terangnya.

BPJS baru bekerja sama dengan 12 rumah sakit, sedangkan Jamkesda sudah bekerja sama dengan 25 rumah sakit yang ada di Depok. Yulia berharap dengan adanya proses peleburan ini semakin bertambah rumah sakit yang dapat menerima pasien BPJS guna melayani masyarakat di Kota Depok. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :