depok.go.id – Kepala Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Jaka Susanta, mengimbau masyarakat yang sudah memiliki e-KTP wajib menjaganya dengan baik. Hal tersebut karena menurutnya selama ini angka pembuatan e-KTP baru karena rusak atau hilang lebih besar daripada pembuatan baru.

“Kerusakan dan kehilangan e-KTP menjadi alasan habisnya pasokan logistik pembuatan e-KTP,” ujar Jaka.

Jaka mengatakan jangan karena gratis masyarakat menjadi sembarangan dalam menjaga KTP-nya. Warga yang membuat e-KTP karena rusak atau hilang otomatis akan melapor ke Disdukcapil dan dibuat yang baru, sehingga mengurangi pasokan logistik yang tersedia.

“Dalam pembuatan e-KTP sendiri membutuhkan blanko, ribbon, dan film yang ke semua disediakan dari Kemendagri, kami tidak memiliki wewenang untuk melakukan pengadaan sehingga harus menungggu kiriman dari pusat,” jelasnya.

Menurutnya pembuatan e-KTP yang gratis, menyebabkan orang tidak menjaga dengan baik. Soal riskan atau tidaknya e-KTP dibanding KTP SIAK atau yang lama, Jaka menilai itu tergantung dari orang yang merawatnya.

Kalau alasan rusak kebanyakan laki-laki yang mengalami. Peletakkan di dalam dompet dan ditaruh di kantung celana belakang, sehingga tertekuk ketika duduk. Hal tersebut menyebabkan e-KTP patah atau tergores, sehingga NIK dari e-KTP tidak bisa terdeteksi oleh sistem.

“Beda dengan perempuan, mereka lebih sering menaruh dompet di dalam tas, sehingga lebih awet, tapi diharapkan semua yang memiliki e-KTP bisa menjaga dengan baik,” pungkasnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :