depok.go.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) terus mengupayakan pelestarian cagar budaya yang ada di Kota Depok. Cagar budaya tersebut berupa warisan budaya benda dan tak benda yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok Wijayanto mengatakan, pemerintah bersama pihak terkait terus mencatat dan melakukan proses registrasi agar keberadaan cagar budaya di Kota Depok dapat diakui. Tentunya agar keberadaannya dapat dijadikan sebagai peninggalan budaya dapat terus dilestarikan.

“Cagar budaya yang ada harus mendapat pengakuan dan tentunya diregistrasi. Saat ini ada dua jenis yang sudah memperoleh Surat Ke (SK) Wali Kota Depok,” jelasnya kepada depok.go.id, Rabu (23/01/19).

Dikatakan Wijayanto, hingga saat ini sudah ada dua SK Wali Kota Depok terkait keberadaan cagar budaya. Antara lain SK Wali Kota Nomor : 593/ 289/ Kpts/ Disporyata/ Huk/ 2018 tanggal 24 September 2018 tentang adanya Gedung Tinggi Rumah Cimanggis dan SK Wali Kota Nomor :430/114/Kpts/DPOPSB/Huk/2014 tanggal 7 April 2014 tentang adanya Tari Topeng Kinang Cisalak, Gong Si Bolong, dan Rebutan Dangdang.

Dirinya menambahkan, masih ada 62 situs cagar budaya yang sudah tercatat, tetapi keberadaannya belum dinyatakan sebagai cagar budaya. Pasalnya, situs cagar budaya itu belum melalui proses registrasi dan penetapan dari Wali Kota Depok.

“Kami terus berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Balai Cagar Budaya Banten dan Balai Cagar Budaya Jawa Barat, serta bekerjasama dengan pengelola setempat agar semua cagar budaya yang ada dapat dilestarikan,” pungkasnya.

Penulis : Indri Purnama

Editor : Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :