depok.go.id-Kecamatan Tapos kini memiliki 3 taman kelurahan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Taman yang dibangun Pemkot Depok tersebut tidak hanya dihiasi aneka tanaman cantik dan pohon pelindung, melainkan juga dilengkapi fasilitas yang beragam.

“Alhamdulillah, kini Kecamatan Tapos telah memiliki beberapa taman antara lain Taman Kelurahan Tapos, Taman Kelurahan Jatijajar dan Taman Kelurahan Sukamaju Baru yang baru diresmikan oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris,” ujar Camat Tapos, Hasanuddin kepada depok.go.id, usai menghadiri peresmian Taman Kelurahan Tapos, Selasa (22/01/2019)

Dikatakannya, untuk Taman Kelurahan Tapos dibangun seluas 2.185 persegi. Di dalamnya ada fasilitas kontainer, lapangan, reflexy path, children playground, outdoor gym dan mini shelter.

“Ada tempat duduk, ornamen, standing letter, lampu paving, jogging track yang berdampingan dengan panggung dan PAUD/Posyandu,” katanya.

Kemudian, lanjut Hasanuddin, ada Taman Kelurahan Sukamaju Baru seluas 1.623 meter persegi. Bahkan, juga dilengkapi fasilitas ruang laktasi yang bisa digunakan kaum ibu untuk menyusui anak.

“Ketiga, Taman Kelurahan Jatijajar yang dibangun seluas 3.000 meter persegi. Fasilitasnya sama, ditambah pos jaga serta tempat berswafoto,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan, keberadaan taman sesuai dengan permintaan masyarakat. Warga sangat antusias dengan keberadaan taman kelurahan tersebut, karena fungsinya yang menjadi paru-paru kota sekaligus sebagai sarana rekreasi keluarga.

“Karena banyak fasilitas, jadi segala macam kegiatan bisa dilakukan. Misalnya di Kelurahan Tapos ada area larinya, ada playground untuk anak, fasilitas olahraga dan ada Posyandu juga,” katanya.

Dirinya mengakui, meskipun diminati masyarakat keberadaan taman harus terus diawasi penggunaannya. Terutama dari kegiatan negatif yang bisa merusak citra taman tersebut.

“Sesuai arahan Wali Kota Depok Mohammad Idris terkait pembuatan tata tertib, akan segera dilakukan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan lurah, LPM, serta warga dalam penyusunan peraturan,” tutupnya.

Penulis: Janet Swastika
Editor : Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :