satpol pp

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok sedang melakukan penertiban spanduk di beberapa titik strategis. (Foto : Rysko/Diskominfo)

depok.go.id – Demi menjaga keindahan Kota Depok, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok terus melaksanakan penertiban spanduk di beberapa titik strategis. Hasilnya pun cukup efektif. Tercatat, selama dua hari operasi sebanyak 99 spanduk dan atribut berhasil ditertibkan.

Penertiban 99 spanduk dan atribut ini merupakan implementasi dari Peraturan Daerah Kota Depok No 7 Tahun 2010 tentang Pajak dan Peraturan Daerah No 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum. Dari 99 spanduk dan atribut yang ditertibkan, sebanyak 37 atribut merupakan hasil penertiban pada Rabu 16 Februari 2017.

“37 atribut melanggar di Jalan Raya Margonda, Jalan M Yusuf, dan Jalan Sentosa Raya. Adapun jenisnya adalah empat buah billboard, sebagian besar spanduk reklame dan atribut lainnya dipasang pada tempat yang dilarang,” jelas Kepala Satpol PP Kota Depok, Dudi Mi’raz Imaduddin, Kamis (23/02/2017).

Sedangkan pada penertiban hari Kamis, 17 Februai 2017, pihaknya berhasil menertibkan sebanyak 72 atribut yang tidak berizin, masa izin habis, rusak, ataupun penempatan di lokasi yang dilarang. Untuk titik lokasi penertiban berada di Jalan Raya Transyogi wilayah timur Depok.

“Selain melanggar Perda, keberadaan atribut-atribut tersebut juga dirasa membahayakan bagi pengguna jalan yang melintas dan merusak visual kota,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, reklame yang ditertiban sudah diamankan untuk dijadikan barang bukti. Pihaknya juga mengundang para pemasang spanduk dan reklame tersebut dan diberikan pengertian untuk tidak sembarangan dalam melakukan pemasangan. Dengan begitu, diharapkan mereka bisa lebih memiliki kesadaran untuk tidak mengulanginya kembali.

“Jangan sampai hal ini terus terjadi, makanya kami undang mereka untuk meningkatkan kesadaran. Memasang tanpa izin itu melanggar peraturan,” tegasnya.

Penulis: Rysko
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :