Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Maya Febriyanti Purwandari. (Foto: Janet/Diskominfo).

depok.go.id- Warga Depok peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kini dapat melakukan pembayaran autodebet untuk pembayaran iuran. BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah bank untuk menyediakan fasilitas autodebet bagi peserta JKN-KIS.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Maya Febriyanti Purwandari mengatakan, upaya meningkatkan pelayanan tersebut untuk menjawab masyarakat yang sering terkendala membayar iuran JKN-KIS khususnya Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU). Untuk Kota Depok, layanan tersebut berlaku sejak Februari 2018. Saat ini pihaknya sedang mengajukan 2.263 peserta untuk layanan autodebet.

“Ada sebagian peserta yang ingin membayar iuran namun saat tanggal pembayaran ternyata lupa, sehingga menjadi menunggak dan status kepesertaannya tidak aktif. Melalui sistem autodebet kini tidak perlu khawatir lupa karena bank akan secara otomatis menarik tagihan iuran JKN-KIS dari rekening peserta,” tuturnya kepada depok.go.id, belum lama ini.

Dikatakanya, untuk mekanisme, peserta JKN-KIS cukup datang ke bank yang bekerja sama dan mengisi formulir kesediaan membayar iuran melalui autodebet. Bahkan, per 1 Mei 2018, BPJS Kesehatan juga memberlakukan kewajiban bagi peserta PBPU/mandiri khususnya kelas 1 dan 2 untuk melakukan pembayaran iuran dengan metode autodebet.

“Mekanisme pembayaran iuran melalui autodebet sangat mudah. Untuk peserta yang saat ini sudah terdaftar di kelas 1 dan 2 dan masih belum menggunakan metode autodebet, bisa langsung ke bank untuk mendaftar. Selain itu autodebet juga bisa dilakukan di kantor cabang BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Hingga saat ini, tambahnya, BPJS Kesehatan juga melakukan berbagai upaya untuk terus memberikan kemudahan pembayaran iuran kepada peserta. Diantaranya implementasi kader JKN, perluasan kerja sama dengan bank swasta dan bank pemerintah daerah (BPD), perluasan channel PPOB.

Tercatat jumlah channel/kanal pembayaran saat ini telah mencapai lebih dari 600.000 titik layanan, yang terdiri atas modern outlet, traditional outlet maupun perbankan, pembayaran melalui vending machine, e-commerce, mobile aplikasi.

“BPJS Kesehatan juga proaktif menghubungi peserta untuk meminta persetujuan terkait pembayaran iuran secara autodebet. Dengan layanan ini diharapkan juga dapat membantu meningkatkan sustainibilitas program JKN-KIS,” tandasnya.

Penulis : Janet Swastika

Editor : Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :