depok.go.id – Guru Besar Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) Institut Pertanian Bogor (IPB) Euis Sunarti menilai konsep Ketahanan Keluarga yang dimiliki Kota Depok sudah sangat tepat. Sebab, dalam Ketahanan Keluarga memiliki kesadaran adanya kesetaraan dan keadilan gender. Hal ini dari sisi keluarga dapat diwujudkan melalui peran dan tanggung jawab bersama dan seimbang antara suami dan istri.

“Ketika istri menjalankan tugas mendidik anak merupakan fungsi dan tugasnya yang mulia. Suami bekerja mencari nafkah. Namun apabila perempuan bekerja, dengan situasi yang memungkinkan, dan suami menerima kondisi tersebut. Hal ini juga tidak menjadi masalah dan bisa menjadi kesetaraan gender,” jelasnya usai menjadi narasumber Sosialiasi Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Berketahanan Keluarga, di aula lantai 10 Gedung Dibaleka 2, Selasa (23/04/19).

Lebih lanjut, ucapnya, dalam pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG), kesetaraan antara perempuan dan laki-laki sama dalam memperoleh hak-hak sebagai manusia. Namun begitu, dalam PUG tidak semua hak bisa disamaratakan khususnya dalam persoalan kesamaan kontribusi dalam bidang ekonomi.

Menurut Euis, dalam urusan memperjuangkan persamaan hak antara kaum perempuan dengan laki-laki, ada sejumlah bidang yang dapat disetarakan. Misalnya hak mendapat akses kesehatan, kecerdasan, dan kesempatan sekolah yang sama. Tetapi, apabila PUG dikaitkan dengan tuntutan dalam menghasilkan uang atau penghasilan yang sama, hal tersebut tidak bisa dibenarkan.

“Kalau laki-laki dan perempuan harus bekerja dengan jam yang sama, menyumbangkan ekonomi juga sama. Maka fungsi lainnya siapa yang mengerjakan. Padahal fungsi lain sama pentingnya seperti mengasuh anak,” tandasnya.

Penulis: Nurul Hasanah

Editor: Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :