depok.go.id-Melalui program Open Defecation Free (ODF) atau kebiasaan tidak buang air di sembarangan tempat, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berkomitmen untuk terus berupaya menyelesaikan persoalan sanitasi di Kota Depok. Penyelesain persoalan sanitasi ini tidak hanya dilakukan bagi perorangan, tetapi hingga ke setiap kelurahan.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok ditargetkan pada tahun 2021 sebanyak 30 kelurahan dinyatakan sebagai ODF. Menurutnya, hingga saat ini dari total 63 kelurahan yang ada, tercatat 12 kelurahan sudah dinyatakan sebagai wilayah ODF.

“Ini sudah menjadi komitmen kami untuk terus meningkatkan terhadap penyelesaian persoalan sanitasi di wilayah Kota Depok,” tutur, Mohammad Idris kepada depok.go.id, usai menghadiri Kegiatan Ngobrol Air, Sanitasi, dan Hygiene Bersama Wali Kota Depok (Ngobrash Sawali) di Taman Merdeka, Sukmajaya, Selasa (23/04/2019).

Mohammad Idris menyebutkan, saat ini cakupan sanitasi layak di Kota Depok telah mencapai 33,47 persen. Sementara sanitasi dasar sebesar 53,68 persen.

“Sanitasi layak yaitu warga yang sudah menggunakan septic tank dengan standar SNI. Sementara untuk sanitasi dasar yaitu yang sudah tidak buang air di sembarangan tempat,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, untuk meningkatkan cakupan sanitasi layak di Kota Depok, pihaknya terus melakukan berbagai upaya. Di antaranya meningkatkan anggaran pembangunan sanitasi, melakukan pendataan terhadap warga yang belum memiliki septic tank, dan bantuan pembangunan septic tank baik individual dan komunal.

“Selain itu, kita juga melakukan MoU dengan beberapa pihak. Seperti Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat, untuk membantu menyelesaikan persoalan sanitasi di Kota Depok,” ucapnya.

Penulis : Jose Marques
Editor : Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :