pelatihan IT cermatdepok.go.id – Sebanyak 200 peserta dari berbagai kalangan siap mengikuti pelatihan Teknologi dan Informasi CERMAT (Cerdas, Mandiri, Bermanfaat) selama dua bulan ke depan. Pelatihan TI akan dimulai sejak 3 Agustus hingga 3 Oktober 2015. Diharapkan melalui kegiatan tersebut warga Depok dapat melek TI dan juga mewujudkan program Depok Cyber City.

“Saya berharap warga Depok semakin melek TI, tidak gaptek (gagap teknologi). Sehingga semakin bangga menjadi warga Depok yang melek TI, dan mampu bersaing dengan masyarakat kota lain,” ujar Ketua Depok Cyber Community, Rudi Malau pada saat memberikan sambutan Launching Pelatihan TI CERMAT, Senin (22/6).

Rudi mengatakan bahwa jenis pelatihan yang akan diberikan adalah dasar-dasar komputer, pelatihan pembuatan blog, perakitan komputer dan lainnya. Pelatihan ini juga nantinya akan diikuti oleh berbagai macam masyarakat, seperti mahasiswa, komunitas, pelajar, pekerja, bahkan ibu rumah tangga. Hal tersebut karena menurut Rudi, belum terlambat menjadikan masyarakat familiar dengan TI.

Sementara itu, TI Treaner Rachmawati Dzaelani mengungkapkan tujuan diadakannya pelatihan tersebut, yaitu untuk berbagi ilmu kepada masyarakat Depok. Dirinya juga mengungkapkan bahwa pelatihan ini tidak dipungut biaya atau gratis. Ia juga berharap pelatihan ini dapat menjadikan warga Depok paham dan mengerti kegunaan TI itu sendiri.

“Apalagi sekarang Depok ingin menjadikan sebagai kota cyber. Melalui pelatihan ini nantinya masyarakat bisa menggunakan aplikasi pelayanan di Pemkot Depok yang serba TI,” ujarnya.

Rudi mengungkapkan, saat ini ada sekitar 10 persen warga yang melek TI. Data tersebut diambil dari seluruh Indonesia dan asumsinya di Depok angka persentasinya juga sekitar itu. Hal tersebut terjadi karena saat ini warga lebih banyak memanfaatkan TI hanya melalui media sosial, sedangkan aplikasi yang lain kurang dipahami warga. Itulah penyebabnya masih sedikit masyarakat yang belum melek TI.

Rachmawati menjelaskan, pemahaman TI dapat dimulai dari lingkungan yang kecil, seperti dari komunitas ini. Ia juga menerangkan, setelah adanya komunitas, nantinya Ia akan membentuk forum diskusi, kemudian diadakan lagi seminar.

“Saya ingin pelatihan dan seminar diadakan secara rutin, misalnya dua bulan sekali. Targetnya berharap 50 orang. Harapannya tidak berhenti sampai disini saja,” tutupnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :