Kepala Disdukcapil Kota Depok, Misbahul Munir. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok tahun ini kembali menggelar pelayanan isbat nikah bagi pasangan suami istri (pasutri) yang belum tercatat secara resmi dalam dokumen negara. Melalui isbat nikah tersebut, pasangan akan mendapatkan buku nikah yang salinannya bisa dilampirkan untuk pengurusan Akta Kelahiran anak.

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Misbahul Munir mengatakan, tahun ini pihaknya telah menargetkan 120 pasutri untuk mengikuti Sidang Isbat Nikah. Isbat nikah tersebut, gratis dan bisa diikuti warga Depok yang tersebar di 11 kecamatan.

“Isbat nikah harusnya 4 kali dalam setahun. Tapi, Agustus 2019 baru yang pertama, berjumlah 21 pasangan. Padahal, isbat nikah gratis karena menggunakan APBD,” ujarnya, Jumat (23/08/2019).

Dirinya menjelaskan, pihaknya berupaya memfasitasi masyarakat untuk mendapatkan dokumen pernikahan sah dari negara. Hal tersebut juga untuk mendorong percepatan kepemilikan dokumen kependudukan serta mendukung program ketahanan keluarga yang dimiliki Pemkot Depok.

“Peserta isbat nikah nanti memiliki surat nikah/buku nikah, anaknya memiliki Akta Kelahiran dan KIA, serta Kartu Keluarga diperbarui tanpa dipungut biaya,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, kali ini isbat nikah diikuti 21 pasutri. Untuk peserta termuda berusia 21 tahun dan peserta tertua berusia 68 tahun dengan usia pernikahan selama 41 tahun.

“Saya mengimbau agar masyarakat yang masih menikah secara agama, dapat segera mencatatkannya di catatan sipil. Kalau tidak ada dana, bisa ikut isbat nikah, jangan malu karena demi anak-anak juga. Selain gratis, hari ini Bapak Wali Kota Depok secara pribadi juga memberikan sedikit rezeki kepada para peserta isbat nikah,” tutupnya.

Penulis : Janet Swastika
Editor : Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :