gas 3 kgdepok.go.id – Jelang Hari Raya Idul Adha, kebutuhan masyarakat akan penggunaan bahan bakar gas elpiji meningkat. Upaya mengantisipasi kelangkaan gas elpiji ukuran 3 Kg di Depok, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kota Depok mengungkapkan ada penambahan jumlah untuk gas elpiji ukuran 3 Kg.

“Tanggal 22 September ada penambahan 25 persen dan tanggal 24 September sebesar 75 persen, dari pasokan perhari,” ucap Ketua Hiswana Migas Kota Depok, Athar Susanto.

Athar mengungkapkan, meskipun Kota Depok berbatasan dengan Ibu Kota Jakarta, tetapi Depok tidak termasuk kota yang rawan dalam penyalahgunaaan LPG (Liquefied Petroleum Gas) 3 Kg, sebab alokasi di Kota Depok tidak banyak. Hal ini karena setiap bulan alokasi Kota Depok hanya 1.400.000 tabung yang disalurkan ke 63 kelurahan serta 11 kecamatan oleh 24 agen se-Kota Depok dengan jumlah pangkalan sebanyak 475 buah.

“Kalau yang banyak disalahgunakan yang gas elpiji 3 Kg ke 12 Kg. Sempat yang lalu pernah ditangkap di Tanggerang dan Bogor. Di Depok tidak termasuk kota yang rawan penyalahgunaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Depok, Martinho Vaz menegaskan, tidak ada kenaikan harga gas elpiji jelang Hari Raya Idul Adha. Selain itu, dirinya juga mengimbau agar para agen tetap mengamati peredaran gas 3 Kg, serta pangkalan juga memperhatikan distribusi gas elpiji.

Martin membenarkan adanya penambahan gas dari Pertamina. Ia berharap, seluruh agen dan pangkalan dapat merealisasikan tanggungjawab yang diberi dengan tertib administrasi dalam memberikan laporan.

”Tidak akan ada kenaikan harga menjelang idul adha, makanya agen, terminal, hingga warung harus turut mengamati distribusinya,” ujar Martin. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :