depok.go.id – Bagi orang yang mampu melihat peluang, keberadaan media sosial (Medsos) menjadi peluang bisnis yang menggiurkan untuk meraup pundi-pundi uang. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya orang yang saat ini memjadikan media sosial sebagai tempat berbisnis. Bahkan, sampai saat ini media sosial menjadi tempat yang paling strategis sebagai tempat promosi. Hal ini pula yang banyak dimanfaatkan pedagang hewan kurban untuk mempromosikan dagangannya.

Salah seorang yang memanfaatkan media sosial sebagai ajang promosi adalah Iman, Pedagang hewan kurban di Sawangan ini menjajakan kambing dan sapi dagangannya melalui facebook. Iman mengungkapkan bahwa facebook dipilih karena sebagai sarana media promosi yang gratis dan dapat menjangkau ke seluruh wilayah. “Sekarang ini harus pintar-pintar mencari cari agar hewan kurban yang diperdagangkan banyak terjual,” ujar Iman, Rabu (23/09/2015).

Ia menambahkan, dari penjualan secara langsung ditambah dengan promosi melalui Medsos saat ini dagangannya sudah hampir habis terjual. Dirinya merasa bersyukur, meskipun banyaknya pedagang baru bermunculan tetapi tidak ada rasa persaingan satu dengan yang lain, karena menurutnya rizki sudah diatur oleh Allah SWT. Iman pun bersama rekan-rekan sesama penjual hewan kurban lainnya mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Depok karena sudah membolehkan untuk berdagang musiman seperti ini.

Di tempat terpisah, Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il mengatakan adanya pedagang kambing dan sapi musiman yang ada saat ini adalah untuk memudahkan warga Depok yang ingin beribadah kurban. Dirinya mengapresiasi cara-cara kreatif pedagang hewan kurban yang mempromosikannya melalui Medsos. Selain itu, Walikota yang pernah menetap di Texas Amerika Serikat ini juga sepenuhnya memberikan izin kepada para pedagang kurban untuk menjajakan dagangannya.

“Selama pedagang hewan kurban yang ada sekarang tidak mengganggu warga Depok dalam beraktivitas sehari-hari Pemkot Depok membolehkan untuk berjualan,” tandas Nur Mahmudi.

Ia pun menuturkan bahwa Pemkot Depok melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) setiap tahunnya selalu memberikan pembinaan kepada para pedagang hewan kurban. Pembinaan yang dilakukan agar para pedagang senantiasa tertib dan menjaga kebersihan sehingga mutu dan kelayakan serta kesehatan hewan kurban dapat senantiasa terjaga. (Nurul Hasnah/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :