depok.go.id – Tingginya tingkat inflasi yang sedang terjadi saat ini berdampak pada berbagai bidang kebutuhan. Guna menekan laju inflasi yang semakin tinggi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok, Agus Suherman mengimbau agar warga Depok dapat mengerem pembelanjaan barang yang tidak terlalu dibutuhkan dan dapat bersikap hemat.

“Laju inflasi semakin meningkat ini dapat dikurangi efeknya dengan perilaku hidup hemat,” ujar Agus Suherman.

Lebih lanjut Agus menambahkan, angka inflasi Kota Depok meningkat dari yang sebelumnya 0.49 persen dan saat ini di kisaran angka 1.26 persen. Meskipun demikian angka tersebut masih di bawah angka inflasi Provinsi Jawa Barat 2.11 persen, dan secara nasional inflasi mencapai 2.29 persen.

Berdasarkan penjabaran tersebut, Agus mengaku bahwa tingkat ekonomi Depok masih terbaik di Provinsi Jawa Barat dan Jabodetabek pada umumnya. Hal tersebut sesungguhnya bisa diraih dengan cara warga Depok dapat mengurangi belanja aneka barang mewah dan mengalihkan belanja kebutuhan pokok yang sensitif terhadap inflasi seperti komoditi beras dan cabai.

“Mari  bersama kita jaga stabilitas perekonomian di Kota Depok, sehingga tingkat inflasi tidak semakin meningkat,” tutur Agus.

Di akhir perbincangan, Agus mengatakan bahwa percepatan ekonomi yang ada di Depok sudah cukup bagus. Hal ini terbukti dengan munculnya industri-industri kreatif baru yang membuat Depok tidak ketinggalan dengan kabupaten atau kota lainnya di Indonesia. Ia berharap, dengan percepatan ekonomi yang sudah baik ini, maka warga Depok maupun yang baru menetap di Depok akan semakin betah tinggal di kota yang terkenal dengan ikon belimbing ini. (Nurul Hasanah/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :