Wali Kota Depok, Mohammaad Idris (keenam kiri) bersama ulama dan dai sepakat menjaga kesatuan dan persatuan saat mengikuti Halaqah dan Sarasehan Ulama dan Dai se- Jabodetabek di Pesantren Cendekia Amanah, Kalimulya, Depok, Minggu (23/09). (Janet/Diskominfo)

depok.go.id –  Walikota Depok, Mohammad Idris menghadiri Halaqah dan Sarasehan Ulama, Dai se-Jabodetabek di Pesantren Cendekia Amanah, Kalimulya, Depok, Minggu (23/09). Dalam pertemuan tersebut, Mohammad Idris menekankan pentingnya menjaga persatuan antar umat beragama. Menurutnya, persoalan-persoalan yang tengah berkembang di masyarakat harus didasari dengan langkah persatuan.

“Halaqah kali ini mengundang seluruh ulama dan dai dengan tujuan menjaga umat dari konflik-konflik yang terjadi, terlebih memasuki pesta demokrasi maka kita jaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya kepada depok.go.id.

Dikatakannya, Kota Depok mendapatkan predikat baik dengan nilai b dari kajian Universitas Indonesia di tahun 2017. Predikat itu didapat dari kerukunan umat beragama yang terjaga baik di Kota Depok.

“Jadi menurut kajian penelitian tersebut Kota Depok dinilai baik atas hubungan antar umatnya,” ucapnya.

Untuk itu, lanjutnya, peran pemangku agama sangat dibutuhkan untuk lebih meningkatkan wawasan dan pengetahuan bagi umat. Mohammad Idris menuturkan, setiap agama memiliki satu orisinalitas.

“Seperti di agama Islam kita punya akidah yang harus dipegang teguh. Tetapi, ada hal yang bisa kita lakukan bersama-sama yaitu hubungan antar manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” terangnya.

Di tempat yang sama, Pembina Pesantren Cendekia Amanah, Cholil Nafiz menjelaskan, sekitar 200 ulama dan dai diundang dalam pertemuan itu. Dengan tujuan untuk semakin mendekatkan antar masyarakat dan pemerintah.

“Intinya kami ingin menyerukan dakwah yang damai. Karena itu, dengan tema ‘Optimalisasi Peran Dakwah Untuk Persatuan Umat’ diharapkan semua ulama dan dai dapat hati-hati dalam menyampaikan pesan, serta menggunakan diksi yang menentramkan. Dengan begitu setiap umat semakin cerdas dan maju,” tandasnya.

Penulis: Janet Swastika

Editor: Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :