depok.go.id – Bagi sebagian orang, anjing merupakan hewan peliharaan yang menjadi kesayangan. Anjing dapat dimanfaatkan untuk beberapa hal, seperti sebagai hewan penjaga maupun sebagai hewan pelacak. Satu yang perlu diketahui bahwa anjing tetaplah hewan, ia akan menggigit tatkala dirasa ada yang mengganggunya.

Bahaya gigitan anjing sangat mematikan, karena dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti rabies, terjadinya infeksi, menyebabkan tetanus, hingga terjangkit penyakit Sepsis atau keracunan darah. Akan tetapi apabila ada yang sudah terlanjur terkena gigitan anjing, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat.

“Terkadang kita tidak menghindar akan suatu musibah. Terkena gigitan anjing yang tidak pernah di vaksinasi tentu akan sangat berbahaya sekali,” ujar Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Depok, Tinte Rosmiati, ketika dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (23/10/2015).

Pertolongan pertama akibat gigitan anjing, yang bisa dilakukan menurut Tinte, di antaranya yaitu untuk menghentikan pendarahan akibat gigitan, bisa memakai handuk bersih untuk menutup luka. Selanjutnya luka gigitan bisa dicuci dengan sabun detergen selama 5 hingga 10 menit, dikeringkan dan diberi yodium tinktur atau alcohol 70%.

Tinte melanjutkan, meskipun keluarga terdekat dapat memberikan pertolongan pertama untuk gigitan anjing di rumah, akan sangat penting jika penderita segara dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

“Jangan sampai terlambat dibawa ke dokter atau rumah sakit terdekat, sehingga dampak dari gigitan anjing bisa dicegah,” imbuhnya.

Tinte mengimbau apabila ada warga Depok yang terkena gigitan anjing ini, harap melapor pada Distankan, Dinkes, Puskesmas, kecamatan, atau kelurahan setempat. Sebab nantinya hewan yang menggigit tadi akan ditangkap dan dibawa ke Distankan untuk kemudian diobservasi selama 14 hari. Apabila selama masa observasi anjing itu mati, maka akan diteliti di laboratorium penyebab kematiannya. Namun apabila dalam masa observasi 14 hari hewan tetap hidup maka hewan tersebut dinyatakan bebas rabies. (Nurul Hasanah/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :