depok.go.id – Maraknya kasus-kasus yang melibatkan anak, baik sebagai korban ataupun sebagai pelaku utama yang terjadi di masyarakat, seperti kasus kehamilan di usia dini, pelecehan seksual pada anak, perkelahian antar sekolah sampai pada pembunuhan yang dilakukan anak terhadap teman bermainnya, membuat orangtua maupun pakar anak memutar otak untuk mencegah kejadian-kejadian tersebut terulang kembali.

Master bidang komunikasi, Edy Wiyono, mengatakan selain pola asuh, orangtua juga hendaknya menyediakan lingkungan yang baik pada anaknya. Lingkungan ini mencakup tontonan televisi, majalah sampai apa yang diucapkan orangtua dan pengasuh anak juga harus dijaga, agar dapat memberikan daya imajinasi yang baik pada anak.

“Pola asuh dan lingkungan yang penuh kasih sayang akan menjadi bekal terbaik bagi perkembangan emosional anak,” ujarnya di sela kegiatan workshop yang diadakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok di Balai Kota Depok, kemarin.

Pria yang juga merupakan pakar parenting ini menambahkan adanya komunikasi yang intensif antara pihak sekolah dan orangtua atau keluarga juga akan berpengaruh besar terhadap kompetensi sosial, emosional dan intelektual anak sebagai generasi penerus masa depan bangsa yang berkualitas.

“Mental anak yang sehat ditentukan oleh orangtua yang memiliki peran penting pada fase perkembangannya. Sebaiknya orangtua masuk dalam dunia anak dan banyak bersabar. Jangan memaksaan anak untuk mengerti kita, tapi kitalah yang seharusnya mengerti mereka,” tambah alumni Southern Connecticut State University, AS.

Adapun pelaku yang melakukan kejahatan terhadap anak merupakan dampak dari masa kecilnya yang tidak bahagia. Maka dari itu diharapkan para orangtua mampu menempatkan dirinya sebagai orangtua yang bijak dan mengerti dunia anak. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :