depok.go.id – Formalin merupakan salah satu bahan pengawet yang tidak boleh digunakan dan ditambahkan langsung dalam produk makanan maupun produk hasil perikanan. Hal ini mengingat karena besarnya resiko bahaya yang akan ditimbulkan oleh keracunan pada formalin.

“Saat ini banyak pedagang ikan menggunakan formalin untuk mengawetkannya, ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh seseorang,” ungkap Kepala BBP2HP Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Perikanan dan Kehutanan Republik Indonesia, Rahma Hayati Samik Ibrahim, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, pihaknya menambahkan bahwa formalin tidak disarankan untuk digunakan oleh para nelayan maupun pengolah ikan baik dengan dosis rendah maupun dosis tinggi, karena penggunaannya akan merugikan masyarakat yang mengonsumsi.

Penggunaan formalin dengan dosis rendah akan menyebabkan keracunan seperti sukar menelan, mual dan muntah, sakit perut akut, mencret darah, serta depresi saraf dan gangguan peredaran darah. Sementara formalin dengan dosis tinggi dalam makanan akan menyebabkan konvulsi atau kejang-kejang, harmaturi atau kencing darah, serta muntah darah dan berakhir pada kematian.

Dalam hal ini, Rahma berpesan kepada seluruh pedagang maupun nelayan agar tidak menggunakan bahan berbahaya dengan alasan dan tujuan tertentu. Jika hal tersebut dilakukan akan memberikan dampak buruk bagi masyarakat yang membeli dan mengonsumsinya.

“Menggunakan formalin pada ikan memang menguntungkan pengolah, pedagang, maupun nelayan, namun hal ini akan sangat merugikan konsumen,” tuturnya. (Indri/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :