depok.go.id – Konsep minapolitan merupakan konsep pengembangan ekonomi suatu daerah, dengan menggunakan sektor perikanan sebagai basis perekonomian dari komoditas unggulan daerah masing-masing. Minapolitan akan sangat sesuai untuk diterapkan sebagai strategi pengembangan daerah yang mandiri di Indonesia.

Depok merupakan salah satu Kota yang berpotensi menerapkan konsep ini. Pasalnya, jumlah penduduk yang mencapai dua juta jiwa, mengharuskan warganya untuk mandiri dengan mampu mengembangkan wirausaha, khususnya di bidang perikanan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menuturkan, jika konsep ini diterapkan di Depok, maka pendapatan ekonominya akan meningkat. Namun, untuk menjadikan Depok sebagai konsep Minapolitan, perlu adanya survei lapangan dari kementerian dan terdapat prosedur.

“Nanti setelah disurvei ada penilaian, komuditas apa yang tertinggi. Apakah ikan hias, lele, nila atau pembenihannya dan harus ada komuditas unggulan, baru bisa diterapkan,” ujarnya saat meresmikan laboratorium Lele laksa Bule Sangkuriang, di Sekolah AMEC, Senin (23/11/15).

Slamet menambahkan, di Indonesia terdapat 104 daerah minopolitan dan ada 15 daerah yang sudah maju salah satunya Bogor yang memiliki unggulan lele. Pendapatan utama warganya dari budidaya ikan tersebut.

“Di Depok potensinya luar biasa, lagipula budidaya ini bisa dikerjakan dirumah oleh ibu rumah tangga,” tambah Slamet.

Dengan konsep Minapolitan pembangunan sektor kelautan dan perikanan, diharapkan dapat mempercepat dan menaikan pendapatan. Sebagai sentra produksi, Depok diharapkan dapat berkembang sebagaimana daerah perkotaan lain dengan dukungan seperti prasarana, energi, jaringan distribusi bahan baku dan hasil produksi, transportasi, pelayanan publik, akses permodalan, dan sumberdaya manusia yang memadai. (Vidyanita/Ed: Faizal Satrio – Diskominfo)

Bagikan post melalui :