leledepok.go.id – Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il bersama Dirjen Perikanan Budi Daya Slamet  Soebjakto meresmikan Laboratorium Kewirausahaan budi daya Lele Laksa Bule Sangkuriang di SMK Al Ma’mun Education Center (AMEC), Senin (23/11/15).

Laboratorium yang berdiri di lahan seluas 4.500 m3 ini dibentuk sebagai media pembelajaran, penelitian dan pengembangan usaha kewirausahaan untuk seluruh peserta didik. Nantinya, laboratorium ini juga dapat dijadikan media pelatihan cara budi daya yang baik dan mengikuti proses sertifikasi budi daya yang berstandar mutu nasional dan internasional dalam menyongsong MEA 2016.

Ketua Yayasan AMEC, Ma’mun Ibnu Ridwan, mengatakan bahwa Laksa Bule Sangkuriang saat ini dilengkapi empat kolam indukan seluas 1000 meter persegi dan  24 kolam penyortiran atau pembesaran sampai bibit siap dipasarkan. Rencananya akan ditambah kolam pemijahan patin, nila, dan ikan hias.

“Air bekas indukan lele atau patin akan diolah kembali menjadi pupuk organik cair untuk keperluan kebun organik dan tanaman herbal di lingkungan sekolah AMEC. Kami juga menerapkan konsep runoff water management for sustainable development, sehingga tidak akan ada limbah air hujan atau bekas pakai di lingkungan AMEC yang di buang ke kali,” tuturnya.

Sementara itu, Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, mengapresiasi inovasi kewirausahaan di bidang perikanan yang diciptakan oleh Sekolah AMEC. Adanya Sekolah tersebut, secara otomatis akan menambah kekayaan sekolah-sekolah yang berbasis kompetensi seperti perikanan.

“Saya sebagai Walikota bangga, karena Depok memiliki Sekolah AMEC yang bertekat mendirikan SMK dengan berbasis kompetensi perikanan, ini merupakan inovasi baru. Mudah-mudahan mampu memperkokoh dan memperkuat UMKM di Depok ke depannya,” ujar Nur Mahmudi.

Perlu diketahui, Sekolah AMEC sejak tahun 2010 sudah mengenalkan budi daya ikan kepada seluruh peserta didik, mulai dari TK sampai SMK. Bentuk kegiatannya berupa pemberian pakan ikan, panen ikan dan membakar ikan bersama untuk kegiatan di luar ruangan, sedangkan kegiatan di dalam ruangan berupa teori tentang ikan, baik penelitian maupun pengembangan usaha. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :