depok.go.id – Pendidikan budi daya ikan di Sekolah Al Ma’mun Education Center (AMEC), akan menjadi kurikulum muatan lokal dan diselaraskan dengan mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) dan Seni, Budaya dan Keterampilan (SBK). Sementara untuk SMK, masuk dalam pengembangan mata pelajaran kewirausahaan, PLH, dan IPA.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Yayasan AMEC, Ma’mun Ibnu Ridwan, saat ditemui pada kegiatan Sosialisasi Gemarikan di SMK AMEC, Senin (23/11/15). Dirinya mengatakan, kurikulum ini disusun sebagai bagian dari regenerasi budaya nenek moyang bangsa Indonesia yang sudah menjadi tradisi budi daya ikan di pekarangan, sawah, sungai, danau dan laut.

“Pada tahun pelajaran 2016-2017 nanti, SMK AMEC akan membuka prodi baru yaitu perikanan dan kelautan dengan memberikan bebas uang pangkal bagi pendaftar siswa baru dan gratis SPP bagi anak yatim atau dhuafa yang mampu lulus tes kesiapan belajar di SMK AMEC,” ujarnya.

Perlu diketahui, Sekolah AMEC sejak tahun 2010 sudah mengenalkan budi daya ikan kepada seluruh peserta didik, mulai dari TK sampai SMK. Bentuk kegiatannya berupa pemberian pakan ikan, panen ikan dan membakar ikan bersama untuk kegiatan di luar ruangan, sedangkan kegiatan di dalam ruangan berupa teori tentang ikan, baik penelitian maupun pengembangan usaha.

Sementara untuk tahun 2016-2017 mendatang, Sekolah AMEC benar-benar membuka prodi baru tanpa dicampur adukan dengan pelajaran lain. “Maksudnya agar siswa lebih fokus dengan mata pelajaran yang mendasar pada perikanan,” tambahnya.

Diharapkan dengan adanya kurikulum baru ini, akan menambah wawasan serta pengetahuan tentang budi daya ikan, sehingga nantinya mampu menaikan UMKM di Kota Depok. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :