Kepala Puskesmas Ratujaya, Frovira Brilyandini, saat memberi arahan dalam kegiatan Promosi Kesehatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), di Aula SLBN Kota Depok, Jumat (23/11/18). (Foto: Asyril/Diskominfo).

depok.go.id-Kepala Puskesmas Ratujaya Frovira Brilyandini menegaskan, pembina Unit Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi ujung tombak siswa dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Terlebih, pembina UKS berperan dalam pembentukan karakter siswa, terutama dalam hal kesehatan.

“Pembina UKS jadi ujung tombak siswa dalam menerapkan PHBS. Untuk itu, kami dari Puskesmas Ratujaya selalu melibatkan guru UKS dalam berbagai kegiatan, baik sosialisasi maupun kegiatan pembinaan,” ujar Frovira Brilyandini, usai kegiatan Promosi Kesehatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), di Aula SLBN Kota Depok, Jumat (23/11/18).

Dikatakannya, Puskesmas Ratujaya kerap melakukan kegiatan promosi kesehatan yang berkelanjutan. Sebelum kegiatan CTPS, pihaknya juga telah melakukan promosi kesehatan terkait kesehatan gigi dan mulut di lingkungan Kelurahan Pondok Jaya dan Ratujaya, Kecamatan Cipayung.

“Ya, kami sudah lakukan kegiatan promosi kesehatan terkait kesehatan gigi dan mulut sebelum CTPS ini. Diharapkan kegiatan ini, bisa diterapkan di lingkungan sekolah dan di rumah masing-masing. Pembina UKS wajib memberikan laporan, karena kami juga akan lakukan monitoring pascakegiatan tersebut,” katanya.

Dirinya juga berharap, siswa yang telah dilatih oleh pembina UKS, dapat menularkan atau mengadakan penyuluhan kepada teman-temannya tentang pentingnya membiasakan PHBS.

“Mudah-mudahan siswa bisa menularkan ilmu ini untuk teman-temannya, melalui pengawasan yang juga dilakukan oleh pembina UKS,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :