Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan terberat yang dihadapi oleh berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Depok. Setiap harinya, sebanyak 900 ton sampah terkumpul dari 11 kecamatan se-Kota Depok. Tumpukan sampah yang demikian besar ini telah membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Cipayung sudah tidak mampu lagi menampung karena sudah melebihi kapasitas (overload).

Karena itu, Pemerintah Kota Depok telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan sampah di wilayahnya baik dengan cara menyelenggarakan seminar, workshop, pelatihan memilah sampah, membuat bank sampah hingga ke tingkat RW se-Kota Depok, hingga membangun kerjasama dengan masyarakat, pemerintahan Osaki Jepang, dan pihak swasta. Karena saat ini, kondisi TPA Kota Depok masih penuh oleh sampah yang mayoritas berasal dari sampah sisa makanan dan sampah plastik. Padahal, sampah-sampah tersebut sebenarnya bisa diolah kembali (re-cycle) untuk dijadikan kompos dan barang-barang lainnya yang bernilai jual tinggi. Karena itu, dengan menyelenggarakan workshop memilah sampah yang dilakukan hingga ke tingkat rukun warga (RW) se-Kota Depok,  nantinya diharapkan bisa mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.

Hingga saat ini, gerakan memilah sampah ini telah dilakukan hingga ke sekolah-sekolah dengan memberikan pemahaman dan edukasi kepada siswa sejak usia dini. Tidak hanya itu, pemahaman mengenai pemilahan sampah juga hingga kini terus digalakkan oleh pihak Pemkot Depok kepada para karyawan, Office Boy, Gardener, dan stake holder lainnya di Kota Depok. Dengan gerakan Bank Sampah ini, masyarakat menjadi lebih teredukasi dan menyadari tentang pentingnya memelihara lingkungan. Selain itu, bank sampah juga memiliki peran besar untuk mengurangi volume sampah yang semakin hari semakin tidak terkendali jumlahnya. (Rita/Diskominfo)

Bagikan post melalui :