launching partai ember

Gerakan Partai Ember pagi tadi di Perumahan Griya Melati Mas, Grand Depok City, Cilodong, Minggu (24/01/2016). (Foto: Rysko/Diskominfo)

depok.go.id – Pemerintah Kota Depok terus menggalakkan program pemilihan sampah yang melibatkan masyarakat. Hal tersebut diperkuat dengan diluncurkannya gerakan Partai Ember pagi tadi di Perumahan Griya Melati Mas, Grand Depok City, Cilodong, Minggu (24/01/2016). Pada peluncuran tersebut turut hadir lebih kurang 750 peserta yang terdiri dari perwakilan OPD Kota Depok, warga sekitar, pengurus bank sampah serta komunitas pencinta lingkungan.

Launching Partai Ember ini merupakan wujud dan tekad bersama warga Depok untuk melakukan pemilahan sampah dari sumbernya, yaitu sejak dari rumah masing-masing warga,” ujar Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il.

Nur Mahmudi mengatakan bahwa gerakan ini didasari oleh UU No. 18 Tahun 2008 tentang persampahan, di mana pengolahan sampah harus mulai dari sumbernya baik rumah, perkantoran, ataupun tempat hiburan.

Mekanisme dari Partai Ember yang merupakan singkatan dari Ekonomis, Mudah dan Bersih ini sendiri adalah pemilahan sampah organik di tiap rumah, nantinya sampah organik yang telah dipilah tersebut dikumpulkan di ember kecil pada tiap rumah. Selanjutnya  akan dikumpulkan lagi di ember besar yang terletak di tengah-tengah di antara 20 sampai 30 rumah dalam satu RT, lalu sampah organik di  ember besar akan diangkut oleh tim dari DKP.

“Sampah organik akan diolah di UPS untuk menjadi kompos yang bisa diambil untuk masyarakat. Sementara untuk sampah non organik akan disalurkan ke bank sampah untuk diolah dan ini memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat. Intinya bagaimana sampah diolah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam peluncuran tersebut, Nur Mahmudi juga menobatkan artis Indra Bekti untuk menjadi Duta Partai Ember. Indra Bekti nantinya akan berperan serta untuk mensosialisasikan Partai Ember ini ke masyarakat.

“Gerakan ini berguna bagi kita sendiri, karena kalau cuma begantung dengan pemerintah sepertinya gak bakal selesai masalahnya. Makanya harus dimulai dari kesadaran dan keinginan diri sendiri,” ujar Indra. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :