depok.go.id – Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok menggelar workshop Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu tahun 2019. Workshop yang dihadiri sejumlah camat, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan, perwakilan Perangkat Daerah (PD), dan kader Posyandu membahas mengenai keterpaduan program Posyandu di Depok.

Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, dahulu keberadaan Posyandu hanya berperan pada penyelenggaraan kesehatan dasar saja. Namun dengan revitalisasi Posyandu, kehadirannya kini telah berkembang ke arah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan dasar, ekonomi, serta pendidikan.

“Pengelolaan Posyandu diselenggarakan dari, untuk, oleh, dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan kesehatan, ekonomi, dan pendidikan,” ujar Nessi, usai Workshop Pokjanal Posyandu di aula lantai 5 Gedung Balai Kota Depok, Kamis (24/01/19).

Di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Widyati Riyandani menuturkan, Pokjanal Posyandu sudah dilakukan secara terpadu di Kota Depok. Keterpaduan itu melibatkan lintas sektor diantaranya PD, berbagai instansi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), maupun lembaga terkait lainnya.

“Dalam revitalisasi Posyandu dibutuhkan sinergitas dari semua pihak untuk bisa terlibat. Hal itu demi meningkatkan pelayanan di Posyandu,” katanya.

Menurutnya, saat ini keberadaan Posyandu Posbindu di Depok sudah tampak berhasil serta memiliki prestasi yang membanggakan. Meskipun demikian, tetap perlu perhatian bersama dari seluruh pihak agar keberadaan Posyandu bisa berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Mari kita sama-sama bekerja keras, sehingga ke depan cakupan partisipasi masyarakat yang datang ke Posyandu semakin meningkat. Selain juga demi memaksimalkan dan mengelola dana yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan baik, agar kualitas Posyandu di Depok bisa terus meningkat,” tandasnya.

Penulis: Nurul Hasanah

Editor: Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :