foto peraga kampanyePemerintah menghimbau peserta pemilihan umum tahun 2004 ini untuk melaksanakan kampanye sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Panita Pengawas Pemilu (Panwaslu). Namun saat ini masih ditemukan adanya Alat Peraga Kampanye (APK) yang masih menempel di tempat umum.

Terkait hal tersebut, Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il menanggapi, pihaknya akan mencopoti APK yang melanggar peraturan. “Kami akan melakukan pembersihan dan penertiban alat peraga ini tanpa kecuali. Semuanya tidak perlu berkomentar apa-apa, karena tindakan ini sudah sesuai dengan ketentuan dari Panwaslu dan pihak KPUD,” tutur orang nomor satu di Kota Depok.

Mantan Menteri Kehutanan di era Presiden Abdurrahman Wahid ini  akan terus melakukan penertiban. Semua ini demi kedewasaan dalam berpolitik. Pasalnya hingga saat ini ada beberapa titik yang banyak ditemui pelanggaran dalam pemasangan APK.

“Kemarin saya melewati wilayah di Kecamatan Sukmajaya, masih ditemui pelanggaran tersebut di Jalan Proklamasi. Tidak hanya di pohon-pohon, pagar taman pun dijadikan tempat berkampanye. Termasuk juga di kawasan Limo dan Cinere. Namun yang terpenting Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Camat, dan Lurah setempat sudah memiliki legitimasi untuk menanggapi hal tersebut,” tambah Nur Mahmudi.

Dengan kejadian tersebut, Pemkot Depok akan terus melakukan koordinasi dengan Panwaslu dan KPUD. Karena hal ini sudah menjadi tugas bersama agar tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran ketika berkampanye. (Indri/Diskominfo)

Bagikan post melalui :