Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Wijayanto mengklarifikasi berita yang dimuat oleh Harian Tempo, Selasa (24/02/15) terkait peraihan piala Adipura dengan judul ‘Depok Kota Terkotor se Indonesia’. Hal ini dibantah oleh Wijayanto. Menurutnya, jika Depok masuk ke dalam Kota terkotor, tidak mungkin lolos pada penilaian tahap pertama.

“Kota Depok masuk ke dalam urutan terbaik se Jawa Barat untuk kategori Metropolitan dengan nilai 71,28,” terang Mantan Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman di Ruang Rapat BLH, Selasa (24/02/15) siang tadi.

Nilai minimal Penilaian pertama (P1) yang dilaksanakan pada November dan Desember 2014 lalu adalah 71, Depok mendapatkan nilai 71,28, jelas bahwa Depok meraih nilai diatas passing grade. Penilaian kedua (P2) akan dilaksanakan pada bulan Januari-Mei dengan nilai minimal 73. Dalam hal ini, Depok harus lebih giat lagi agar peraihan piala Adipura dapat terwujud.

Adipura merupakan lambang kebersihan, ketertiban, kenyamanan dan keindahan lingkungan. Indikator penilaian Adipura meliputi sampah dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) 85%, pencemaran air 5%, pencemaran udara 10%. Untuk mewujudkan itu semua, kesadaran masyarakat diperlukan. Pemkot Depok telah berupaya melakukan edukasi dan sosialisasi, terjun langsung ke masyarakat agar mereka tergerak, serta memberikan contoh dan motivasi kepada masyarakat. (Nita/Diskominfo)

Bagikan post melalui :