Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il pagi tadi mendapat kehormatan untuk menjadi narasumber dalam Seminar Gizi Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di ruang Rafflesia Balai Kartini Jakarta, Selasa (24/02/2015).

Bertajuk “Bersama Bangsa Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi”, seminar ini merupakan kegiatan memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-55.

“ODNR merupakan gerakan membangun kembali dan menyempurnakan budaya makan aneka pangan lokal yang sehat,” ujar Nur Mahmudi.

Nur menjelaskan bahwa, program ODNR ini mengarahkan masyarakat untuk mengonsumsi pangan karbohidrat non beras, yaitu umbi-umbian dan jagung. Pemkot Depok tidak hanya menerapkan program ini di kalangan PNS saja, tetapi juga sudah berhasil mengajak instansi swasta, restoran, serta perhotelan di Depok.

“Masyarakat yang harus memulai hidup sehat dengan mengedepankan pangan lokal sebagai gaya hidup,” jelasnya.

Pemimpin kota Belimbing ini mengatakan bahwa, Depok terus berusaha mengganti produk lokal menjadi lifestyle baru. Saat ini, Depok berkolaborasi dengan petani serta badan ketahanan pangan untuk mencapainya, seperti petani Gunung Kidul yang telah membuat mie dari bahan singkong dan petani Temanggung untuk membudidayakan jagung menjadi beras.

“Kami bekerjasama dengan ITB untuk mengubah glikamin indeks rendah dari jagung, namun dengan wujud dan tekstur seperti nasi. Dan ternyata, glikamin indeks jagung yang tadinya 55, setelah diolah menjadi beras malah turun menjadi 28,84,” jelasnya.

Gerakan diversifikasi ini tidak hanya mengubah konsumsi karbohidrat saja melainkan, juga pola makan. Mengonsumsi karbohidrat non beras ini juga harus diimbangi dengan cukup protein, lemak, serta kesempurnaan antara sayur dan buah.

“Mengonsumi karbohidrat non beras itu mengindari kemungkinan diabetes serta obesitas, jika ditambah dengan protein dari ikan, telur, serta sayur dan buah sebagai tambahan jelas merupakan pilihan yang bijak demi kesehatan tubuh,” tutupnya. (Rysko/Diskominfo)

Bagikan post melalui :