Lurah Tanah Baru, Zakky Fauzan (Dian/Diskominfo).

depok.go.id-Mewujudkan program Pemerintah Kota Depok Bebas Sampah (Zero Waste City), Kelurahan Tanah Baru membentuk 29 bank sampah di masing-masing Rukun Warga (RW). Dengan bank sampah ini, plastik dan kardus yang tidak terpakai ditampung untuk didaur ulang kembali.

Lurah Tanah Baru, Zakky Fauzan mengatakan, secara perlahan namun pasti, Kelurahan Tanah Baru bersama dengan masyarakat berusaha menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Upaya itu didorong melalui terbentuknya bank sampah di lingkungan masyarakat.

“Keberadaan bank sampah yang sudah terbentuk patut diapresiasi dan mendapatkan pengakuan legal, dalam bentuk formal melalui Surat keputusan lurah. Adanya legalitas tersebut, akan menambah semangat bank sampah dan bukan tidak mungkin dapat memunculkan bank sampah baru,” ujarnya, Selasa (24/04/18).

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, keberadaan bank sampah secara tidak langsung ikut mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Salah satunya, menumbuhkan pendapatan ekonomi masyarakat melalui sampah yang memiliki nilai jual. Sampah yang memiliki nilai ekonomis, kata Zakky, tidak lagi dibuang masyarakat. Namun, masyarakat dapat mengumpulkan dan menukarkannya di bank sampah terdekat.

“Dalam satu hari bank sampah dapat mengumpulkan kurang lebih 5-10 kg sampah-sampah yang dapat didaur ulang, yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh bank sampah tersebut sebagai hasil olahan produk berkualitas,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, selain pembentukan bank sampah, Kelurahan Tanah Baru juga membentuk Forum Komunikasi Bank Sampah Wahana Asri. Nantinya, forum tersebut akan menjadi sarana komunikasi, silaturahmi dan berbagi informasi serta ilmu untuk 29 bank sampah.

“Kami mencoba memanfaatkan seluruh elemen masyarakat yang memiliki kreativitas dan pengetahuan terkait sampah. Agar Kelurahan Tanah Baru dapat mewujudkan terciptanya Zero Waste City,” tutupnya.

Penulis : Dian Afrianti Kunto
Editor: Dunih dan Rita Nurlita
Diskomifo

Bagikan post melalui :