Satgas PUPR membersihkan puing dan sisa longsoran di RT 8 RW 6 Kelurahan Panmas, Kecamatan Panmas, Senin (23/04/18). (Foto: dok DPUPR).

depok.go.id-Upaya mengantisipasi bencana longsor maupun banjir, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok membuka layanan posko banjir yang siaga selama 24 jam penuh. Antisipasi dilakukan, mengingat intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir di wilayah Jabodetabek.

“Posko banjir kami tetap online selama 24 jam untuk mengantisipasi adanya laporan longsor maupun banjir. Termasuk dengan Satuan Tugas (Satgas) piket yang sewaktu-waktu meluncur apabila ada laporan dari warga Depok,” ujar Kepala DPUPR Kota Depok, Manto, di Balai Kota, Selasa (24/04/18).

Selain itu, ketika hujan pihaknya juga kerap menginstruksikan Satgas piket untuk melakukan rutinitas dengan meninjau titik genangan di Jalan Margonda, Jalan Arif Rahman Hakim serta perempatan Mampang. Karena tiga lokasi tersebut yang menjadi titik rawan terjadinya genangan.

Diakuinya, selama kurun waktu tiga hari ke belakang, pihaknya telah menerima dua laporan warga. Yaitu satu titik longsor di Kecamatan Pancoran Mas (Panmas) dan satu titik genangan di Perumahan Taman Duta.

“Kejadian rumah longsor berada di RT 8 RW 6 Kelurahan Panmas, Kecamatan Panmas, senin dini hari. Kami langsung menerjunkan satu tim Satgas Sumber Daya Air (SDA). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” jelasnya.

Adapun kegiatan yang Satgas lakukan, kata Manto, hanya sebatas pembersihan puing dan sisa longsoran. Setelah itu, dilakukan pemasangan cerucuk dengan bambu dan pemasangan terpal untuk meminimalisir bertambahnya longsoran.

“Sesuai dengan tupoksi, nantinya kejadian longsor tersebut akan dilaporkan ke Dinas Perumahan dan Pemukiman oleh lurah setempat, dikarenakan tidak ada saluran di lokasi tersebut. Ke depan kami berharap masyarakat bisa melaporkan jika ada potensi terjadinya longsor ke nomor telepon 021-71212161 maupun 082311835135. Nanti petugas kami yang akan menindaklanjuti,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih dan Rita Nurlita
Diskominfo

Bagikan post melalui :