BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok saat meresmikan Pasar Sukatani sebagai Pasar Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. (Foto: Istimewa).

depok.go.id- BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok bersama Pemerintah Kota (Pemkot) sedang berupaya mewujudkan Depok sebagai percontohan jaminan sosial ketenagakerjaan. Kolaborasi tersebut ditunjukkan dengan meresmikan Pasar Sukatani sebagai Pasar Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada Selasa (24/04/2018).

“Peresmian ini sebagai wujud membangun kesadaran para pedagang dan masyarakat dengan program dan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan di Pasar Sukatani,” kata Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok, Multanti.

Dikatakanya, dengan peresmian Pasar Sukatani, pihaknya ingin lebih mendekatkan diri kepada calon peserta BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan pedagang. Mereka akan diberi edukasi seputar program dan manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan agar ikut menjadi peserta, sehingga mendapat perlindungan jaminan sosial tenaga kerja.

“Jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan hak normatif konstitusi sebagai warga negara. Para pedagang akan masuk dalam kategori Bukan Penerima Upah (BPU) dengan iuran sebesar Rp 16.800 untuk dua program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, sebanyak 200 pedagang di Pasar Sukatani, ada 100 orang yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan sisanya akan terus diberikan sosialisasi agar segera mendaftar menjadi peserta.

“Semua ini sejalan dengan Pemkot Depok yang menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) di Pasar Sukatani. Maka kami akan mendukung dari sisi jaminan sosialnya,” tutupnya.

Penulis : Janet Swastika
Editor : Retno Yulianti
Diskominfo

Bagikan post melalui :