Disdagin Kota Depok saat melakukan sidak di salah satu pasar modern, Kamis (24/05). (Foto: Jose/Diskominfo).

depok.go.id- Guna menjaga stabilitas harga saat Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) mengimbau kepada pengelola pasar modern menjual bahan pokok terutama telur dan daging sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Pasalnya, berdasarkan peraturan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang baru tanggal 2 Mei No 58 Tahun 2018 tentang penetapan HET untuk telur ayam Rp 22 ribu per kg, daging kerbau 80 ribu per kg, dan daging ayam Rp 32 ribu per kg.

“Kemendag juga sudah mengeluarkan surat edaran No 190/PDN/SD/5/2018 tentang penetapan HET daging ayam ras dan telur ayam ras ke setiap supermarket. Untuk itu, kami lakukan pengecekan di lapangan apakah harga itu sudah sesuai atau belum sekaligus mensosialisasikan terkait dengan Peraturan Permendag yang baru kepada pengelola pasar modern,” tutur Kepala Disdagin Kota Depok, Kania Parwanti kepada depok.go.id, usai melakukan sidak ke sejumlah pasar modern, Kamis (25/05).

Kania mengatakan, berdasarkan hasil pantauan ke sejumlah supermarket, ditemukan beberapa bahan pokok yang dijual di atas HET yang telah ditetapkan. Diantaranya antaranya daging ayam,  daging kerbau, dan telur ayam.

“Di salah satu supermarket di Jalan Margonda Raya ada dua komoditi pokok yang harganya di atas HET yaitu daging kerbau Rp 90.000 per kg dari seharusnya Rp 80 per kg dan telur ayam Rp 25 ribu dari seharusnya Rp 22 ribu per kg. Sedangkan untuk harga telur ayam di supermarket di jalan utama Kota Depok tersebut (Margonda Raya) masih sesuai HET yaitu Rp 22 ribu per kg,” jelasnya.

Lebih lanjut, ucap Kania, pihaknya akan memberikan teguran kepada pengelola pasar modern, apabila masih menjual komoditi pokok di atas HET. Untuk memastikan harga sejumlah bahan pokok tersebut sesuai yang telah ditetapkan, pihaknya akan melakukan pemantaun secara rutin.

“Kami akan cek lagi besok, paling lambat hari Senin depan (28/05). Kalau masih ada yang tidak sesuai dengan HET, maka kami akan kirimkan surat teguran yang ditembuskan ke provinsi dan Kemendag,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, dalam sidak tersebut pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) untuk mengecek tanggal kadaluarsa. Namun, tidak ditemukan makanan yang kadaluarsa.

“Yang kami cek hari ini harga daging ayam, telur, daging, beras, gula, minyak, dan masa berlakunya tetapi tidak ada temuan makanan kadaluarsa. Untuk parsel juga tidak ada temuan, masih memenuhi dua hingga tiga bulan ke depan,” pungkasnya.

Penulis : Jose Marques

Editor : Retno Yulianti dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :