Organda Depok sudah memberikan tarif angkot sementara pada hari Sabtu (22/06/2013), tarif tersebut merupakan hasil kesepakatan Organda Depok dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Depok. Meski masih bersifat sementara, tetapi tarif angkot yang tertera merupakan data yang sama yang diajukan ke Walikota Depok.

Menurut Sekretaris Organda Depok, M Hasim Organda sudah mempertimbangkan tarif angkot yang naik sekitar 30 persen hingga 35 persen. Dengan melihat kebutuhan sopir dan pengusaha angkot yang juga terkena imbas kenaikan harga BBM. Makanya rata-rata angkot dalam kota kenaikan Rp 1000, dan jarak terdekat Rp 500.

”Ya, pasti kami melihat beratnya warga dengan tarif angkot dengan naik sekitar 30-35 persen. Namun, berbicara imbas, sopir dan pengusaha angkot juga terkena biaya hidup yang makin mahal. Contohnya, harga oli kendaraan. Awalnya sebelum BBM belum naik harga masih dapat dijangkau sekitar Rp 70 ribu. Namun sekarang, harganya naik juga 30 persen untuk harga oli jadi sekitar Rp 110 ribu,”paparnya.

Dikatakannya, Organda Depok tetap bertahan untuk menaikan tarif angkot dengan rata-rata 31, 5 persen. Kebijakan tersebut, imbuhnya dengan melihat SK Gubernur Jawa Barat per tanggal 19 Juni 2013 kenaikan tarif angkot sebesar 31,5 persen.

”Sesuai dengan SK Gubernur Jawa Barat hasilnya sekitar 31,5 persen per tanggal 19 Juni 2013. Hasil itu merupakan kesepakatan DPD Organda dan seluruh Dinas Kabupaten/kota di Jawa Barat,”katanya. (Diskominfo/Rysko)

Bagikan post melalui :