depok.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok sore tadi mengadakan Workshop Membangun Pemilih Cerdas di Ruang Roedjito, Hotel Bumi Wiyata, Selasa (23/6/2015). Worshop ini merupakan langkah KPU untuk menyukseskan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok tahun 2015.

Workshop ini turut dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa, anggota Panwas Pilkada, PPS dan PPK per-kecamatan, serta organisasi kepemudaan yang ada di Kota Depok. Adapun pembicara yang menjadi narasumber antara lain, mantan Komisioner KPU RI Endang Sulastri, Ketua KPU Kota Depok Titik Nurhayati, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok Taufan Abdul Fatah.

Ketua KPU Kota Depok, Titik Nurhayati mengatakan tujuan diadakannya workshop ini adalah untuk membangun Pemilu cerdas dan juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada nanti. Peningkatan partisipisasi dalam hal ini maksudnya adalah bukan hanya banyak masyarakat datang ke TPS, tetapi juga mereka memiliki kesadaran politik dalam menentukan masa depan Depok nantinya.

Workshop yang memiliki tema ‘Meningkatkan Pemilih Cerdas’ ini juga diharapkan dapat membantu memberantas money politic ketika Pilkada berlangsung. Hal tersebut karena masyarakat memiliki pengetahuan bagaimana sebuah pemilihan yang baik, dan tidak menjadikan pemilihan sebagai proses jual beli suara. Menurutnya, masyarakat harus dapat memiliki pengetahuan terhadap visi misi dan program dari calon yang dipilih demi kemajuan Kota Belimbing ini.

Sementara itu, mantan Komisioner KPU RI Endang Sulastri mengatakan bahwa kesuksesan Pemilu ada dua hal. Menurutnya, hal pertama Pemilu sukses secara proses, yaitu Pemilu yang terlaksana lancar tanpa adanya gangguan dan konflik yang terjadi. Sementara yang kedua adalah Pemilu sukses secara hasil atau substansi, yaitu dalam Pemilu ini rakyat sukses memilih pemimpin yang baik bagi masyarakat dan juga pembangunan kotanya. Dua hal tersebut menurutnya harus dipahami dengan baik oleh masyarakat menjelang Pilkada ini.

“Hal yang diinginkan oleh masyarakat jelaslah Pemilu yang sukses secara substansi, untuk mencapai itu masyarakat harus menjadi pemilih yang cerdas. Cerdas dalam hal ini adalah rasional dan objektif,” jelasnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim).

Bagikan post melalui :