depok.go.id – Memasuki minggu pertama bulan Ramadhan, harga bahan pokok di Kota Depok masih stabil dan belum ada tanda-tanda akan mengalami kenaikan yang drastis. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok, Agus Suherman. Menurutnya,  ketersediaan barang pangan yang cukup untuk Ramadhan ini menjadikan kenaikan harga tidak terlalu drastis naik.

Sampai saat ini, malahan ada beberapa harga bahan pokok yang mengalami penurunan. Adapun harga yang mengalami penurunan adalah gula pasir, yaitu sebelumnya Rp 12.443/kg menjadi  Rp 12.371/kg. Bawang merah juga mengalami penurunan harga menjadi Rp 33.286/kg dari harga sebelumnya Rp 34.000/kg. Sementara itu, ada juga beberapa bahan makanan yang mengalami kenaikan. Harga bahan makanan yang mengalami kenaikan adalah daging sapi murni yang sebelumnya yaitu Rp 96.429/kg menjadi Rp 97.143/kg, untuk telur ayam kenaikannya Rp 786, di mana harga sebelumnya Rp 21.714/kg menjadi Rp 22.500/Kg. Sementara harga yang mengalami kenaikan yang cukup drastis hanyalah cabai merah keriting. Saat ini kenaikan harga cabai keriting mencapai 10,143/kg, di mana harga sebelumnya Rp 29.000 menjadi 39.143/kg.

“Mungkin warga Depok suka makanan yang pedas pedas pada awal puasa ini,” ujar Agus.

Agus memastikan ketersediaan barang saat ini cukup. Ia juga mengungkapkan  kemungkinan kenaikan harga terjadi karena kebutuhan masyarakat semakin banyak tetapi stok barang tidak bertambah, sehingga kenaikan harga tidak terlalu besar.

Dirinya juga mengungkapkan, saat Ramadhan ini volume masak masyarakat menjadi lebih banyak, sehingga menyebabkan kebutuhan naik. Namun, dengan ketersediaan barang yang cukup, maka kenaikan harga tidak akan sebesar seperti kenaikan harga karena distribusi kurang lancar ataupun panen yang sulit.

“Saya juga mengimbau kepada pelaku usaha untuk melakukan pengecekan barang dan jangan menaikkan harga sesukanya. Sementara kepada masyarakat juga untuk belanja sesuai kebutuhan, jangan malah berlebihan” jelasnya.

Ia juga menambahkan, biasanya kenaikan harga akan kembali naik pada H-7 lebaran. Menjelang lebaran kebutuhan pokok, seperti daging ayam, daging sapi, dan telur pasti mengalami kenaikan. Menurutnya, hal tersebut memang lumrah terjadi karena permintaan dari masyarakat akan sangat banyak.

“Menjelang lebaran biasanya harga naik karena permintaan juga semakin tinggi, namun biasanya kami juga akan antisipasi dengan penambahan jumlah stok,” tutupnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :