depok.go.id – Bagi beberapa orang, membuat prakarya atau crafting merupakan sebuah hobi yang akan sangat mengasyikkan saat ditekuni. Apalagi para crafter biasanya menjalani hobi kerajinan tangan ini sebagai pengisi waktu luang sekaligus peluang bisnis.

Di Kota Depok sendiri para crafter terhimpun ke dalam suatu wadah Komunitas Crafter Depok. Beranggotakan 121 orang, mereka berhasil menjajakan hasil karyanya hingga ke luar negeri.

“Para anggota di Komunitas Crafter Depok karya-karyanya sudah banyak yang go internasional,” ujar Kepala Seksi Promosi dan Perdagangan Luar Negeri Disperindag, Tety Fatimah, Rabu (22/06/2015).

Tety mengatakan, crafter yang mempunyai produk kreatif tersebut bisa sampai go internasional dengan menjajakan produknya melalui marketing online dan media sosial. Ia juga mengungkapkan bahwa biasanya pelanggan dari luar negeri lebih menghargai hasil karya handmade para crafter.

Dirinya mencontohkan pada negara Jepang. Menurutnya, Jepang lebih tertarik pada produk-produk dengan bahan rajutan, bordiran, maupun batik dengan kombinasi.

“Yuli Craft pernah laporan kepada saya, yaitu mendapat pesanan pajangan dari bahan flannel sebanyak 500 pcs untuk dikirim ke Brunei Darussalam,” tambahnya.

Adapun untuk pasaran di dalam negeri, mantan Kepala Seksi Promosi dan Perdagangan Dalam Negeri itu menambahkan, harga sebuah produk craft terkenal dengan harganya yang tidak bersahabat. Namun begitu, ternyata untuk pasar luar negeri lebih tertarik dengan barang buatan tangan kreatif para crafter ini, meskipun dengan harga yang cukup tinggi.

Terakhir, Tety mengimbau kepada para crafter agar senantiasa meningkatkan kreatifitasnya, sehingga hasil produk yang dihasilkan tidak monoton dan mempunyai daya jual yang tinggi. (Nurul Hasanah/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :