depok.go.id – Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2015 yang digelar selama sebulan lebih tepatnya di Kemayoran, Jakarta Pusat nampaknya sebagai ajang unjuk gigi bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Hal tersebut tidak terkecuali bagi UKM perwakilan dari Kota Depok yang turut pula meramaikan ajang tahunan dalam rangka merayakan hari ulang tahun Provinsi DKI Jakarta ini.

Perwakilan UKM Kota Depok yang turut serta di PRJ ini dapat ditemui di Hall B3 pada wilayah stand daerah. Para UKM ini bisa menjajakan hasil produksinya di PRJ berkat kesempatan yang telah diberikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkot Depok. Melalui Seksi Promosi dan Perdagangan Luar Negeri Disperindag, para pelaku UKM tersebut telah disewakan satu buah stand sebagai perwakilan dari Pemkot Depok untuk mempromosikan dan memamerkan produk-produk khas Kota Depok.

“Kami sudah menyewakan 1 booth yang akan digilir pemakaiannya oleh perwakilan UKM Depok ,” ujar Tety Fatimah, Kepala Seksi Promosi dan Perdagangan Luar Negeri Disperindag, Rabu (22/06/2015).

Lebih lanjut Tety menjelaskan, dari 38 hari pelaksanaan PRJ, satu stand yang disewa Pemkot Depok dibagi untuk 15 pelaku UKM. Pembagian itu antara lain, 8 hari untuk produk kuliner Kelompok Wanita Tani (KWT), 8 hari selanjutnya UKM dengan produk makanan yang berasal dari Dapur Keke dan Madu Mutiara.

Selanjutnya, untuk 8 hari berikutnya akan diisi oleh Komunitas Crafter Depok. Sementara untuk 2 minggu terakhir, yakni selama 7 hari akan hadir UKM dengan produk fashion, dan 7 hari terakhir Craft Boneka buatan Ibu Susi akan berlaga di stand Kota Depok ini.

Mantan Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri itu mengaku tidak membuat target penjualan khusus kepada para UKM ini. Tujuan utama diikutsertakannya para UKM adalah agar produk asli Depok dapat dikenal hingga ke pelosok negeri.

“Kami tidak menargetkan banyaknya penjualan kepada para UKM yang mengisi stand, tetapi kami berharap melalui ajang ini bisa menjadi salah satu bentuk promosi produk orisinal Kota Depok,” tutupnya. (Nurul Hasanah/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :