Pesonel DPUPR Kota Depok melakukan aksi bersih disepanjang sungai Ciliwung, Minggu (23/06/19). (Foto : Istimewa)

depok.go.id-Kegiatan bersih-bersih Ciliwung yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di wilayah Bogor, Depok dan Jakarta menjadi gerakan bersama untuk peduli terhadap lingkungan dari bahaya banjir. Kegiatan yang melibatkan ribuan orang ini, juga sebagai momentum memperingati Hari Lingkungan Hidup dan gerakan pengurangan sampah plastik.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Denny Setiawan mengatakan, bersih-bersih Ciliwung, Minggu (23/06) adalah pelopor untuk mengatasi masalah banjir ibu kota.

“Kegiatan bersih-bersih Ciliwung yang melibatkan seluruh unsur masyarakat ini perlu dirutinkan. Karena ini gerakan pelopor untuk mengatasi banjir di ibu kota,” ujarnya, di ruang kerjanya, Senin (24/06/2019).

Denny juga berharap, kegiatan tersebut bisa berlangsung tiga bulan sekali. Pasalnya, jika kegiatan ini dilakukan secara terus menerus, maka secara otomatis akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.

“Pesan kami, sebaiknya bisa diselenggarakan setiap tiga bulan sekali. Ini akan bermanfaat sekali untuk menggerakkan kegiatan kebersihan sepanjang Sungai Ciliwung. Sinergisitas juga akan terbentuk dengan sendirinya. Pola hidup masyarakat yang tidak peduli kebersihan, dipastikan akan berkurang. Karena ada rasa memiliki terhadap Ciliwung,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, kata Denny, DPUPR Kota Depok menerjunkan kurang lebih 47 personel. Terdapat tiga lokasi yang menjadi titik pembersihan seperti Kecamatan Cilodong di wilayah Cikambangan dan Cilawet, Kecamatan Cimanggis di Jalan Poncol dan Kecamatan Pancoran Mas Jembatan Panus.

“Selain personel, kami juga turunkan alat berat berupa dump truck sesuai permintaan untuk mengangkat material sampah yang berhasil disingkirkan dari bantaran Sungai Ciliwung,” tutupnya.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih

 

Diskominfo

Bagikan post melalui :