homeschooling

Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) Disdik Kota Depok, Dadang Supriatna

depok.go.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok sudah memberikan izin resmi kepada enam lembaga sekolah rumahan (homeschooling) yang ada di Depok. Keenam homeschooling ini sudah mengurus seluruh persyaratan yang dikeluarkan oleh Disdik, sehingga bisa mendapatkan legalitas yang resmi dari Disdik Kota Depok.

Keenam homeschooling tersebut yaitu Homeschooling Alam Depok (komunitas) yang ada di Kecamatan Beji, Homeschooling Hiama (komunitas) yang berada di Kecamatan Cimanggis, Homeschooling Alam Depok (tunggal) yang juga terletak di Kecamatan Beji. Selain itu, ada pula Homeschooling Harapan Utama Ananda Autis (komunitas) yang khusus untuk anak dengan berkebutuhan khusus berada di Kecamatan Sukmajaya, Homeschooling Fikar School (sekolah rumah/tunggal) di Kecamatan Cinere, serta Homeschooling An Nur berlokasi di Kecamatan Limo.

Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) Disdik Kota Depok, Dadang Supriatna, mengatakan setiap lembaga homeschooling harus memiliki izin resmi. Untuk itu, sejak tahun 2015 yang lalu Disdik Kota Depok membuka keran lebar-lebar bagi para lembaga homeschooling yang akan mendaftarkan lembaganya agar mendapatkan legalitas yang jelas.

“Sejak 2015 kami sudah membuka pendaftaran bagi homeschooling yang ingin menjadi resmi. Alhamdulillah hingga 2016 ini sudah ada 6 homeschooling dan seluruhnya mengantongi izin resmi dari Disdik Kota Depok,” ujar Dadang, Rabu (24/8/2016).

Mantan Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Kota Depok ini menambahkan bahwa hanya siswa homeschooling resmi yang bisa mengikuti ujian nasional dengan menginduk ke sekolah formal yang ada di Depok, sesuai dengan grade masing-masing sekolah.

“Jika orang tua hanya mendidik anaknya langsung di rumah tanpa melalui lembaga resmi, si anak tidak bisa ikut ujian nasional,” tegasnya.

Karena itu, Ia mengimbau kepada para orangtua yang memilih pendidikan homeschooling bagi anak-anaknya harus tetap diarahkan untuk homeschooling di lembaga yang sudah mengantongi izin.

“Karena dengan begitu anak tidak kehilangan haknya untuk mengikuti ujian nasional dan mendapatkan ijazah sekolah,” tutupnya. (Nurul Hasanah/ Ed: Siti Rahma – Diskominfo)

Bagikan post melalui :