depok.go.id – Indonesia merupakan salah satu negara maritim. Hal ini tidak lepas karena secara geografis Indonesia dikelilingi banyak laut. Sayangnya, hal ini tidak menjamin penduduk Indonesia banyak mengonsumsi ikan.

Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, mengungkapkan bahwa konsumsi ikan penduduk Kota Depok masih jauh di bawah standar yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Jumlah konsumsi ikan di Kota Depok levelnya masih rendah, hanya sekitar 25 Kg perkapita pertahun, sedangkan anjuran pemerintah adalah 38-40 Kg perkapita pertahun,” ujarnya saat dijumpai pada kegiatan peresmian laboratorium di Serua, kemarin (23/11/15).

Hal ini bisa terjadi, sebab Depok masih terkendala beberapa faktor, di antaranya tingkat konsumsi yang sangat tinggi namun tidak diimbangi dengan lahan yang dimiliki. Selain itu, petani di Kota Depok lebih memilih memproduksi ikan hias dan bibit ikan dibanding dengan ikan konsumsi.

“Dua bidang usaha tersebut dirasa lebih memiliki prospek ketimbang untuk usaha ikan konsumsi. Lagi pula, untuk ternak ikan konsumsi, masih terkendala penyediaan pakan yang sulit,” tutur Nur Mahmudi.

Senada dengan hal itu, Dirjen Perikanan Budi Daya, Slamet Soebjakto, berjanji akan mendukung dan mendorong semua yang melakukan wirausaha ikan sampai memberikan bantuan berupa pakan mandiri. Semua ini dilakukan untuk meningkatkan upah minimum di Kota Depok.

“Konsep minapolitas bisa kita adopsi untuk meningkatkan tingkat produktivitas di Kota Depok. ini bisa menjadi salah satu solusi agar ikan kita tidak import terus,” ucap Slamet.

Dia juga menjelaskan, ikan memiliki kandungan protein yang tak kalah dengan daging. Bahkan, ikan dapat menjadi sumber protein dan gizi pengganti daging. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :