Wali Kota Depok Mohammad Idris ikut salatkan jenazah warga Kota Depok terdiri dari seorang ibu dan 2 orang anak yang menjadi korban bencana tsunami di Pandeglang beberapa waktu lalu. Korban merupakan warga Kelurahan Ratujaya, Cipayung, Senin (24/12/2018). (Foto : Bima/Diskominfo)

depok.go.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok turut berbela sungkawa atas bencana tsunami yang melanda Provinsi Banten dan Lampung, Sabtu malam (22/12) kemarin. Ungkapan rasa bela sungkawa tersebut tampak dari Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang ikut menyalatkan sejumlah jenazah korban tsunami Banten di Pantai Anyer yang merupakan warga Ratujaya di Mushola Al-Ikhlas Senin pagi (24/12/18).

“Korban adalah ibu bersama dua anaknya atas nama Yayah Nuryanah (34) Khairul Azzam (11) dan Muhammad Zubair Zuhdi (4). Mereka adalah istri dan anak dari Ahmad Koharudin warga RT 07/02 Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung,” ucap Mohammad Idris, Senin (24/12/18).

Lebih lanjut, ucap Mohammad Idris, saat ini Pemkot Depok telah mengirimkan relawan untuk membantu korban Tsunami Anyer Pandeglang. Selain itu, sejumlah bantuan kemanusiaan juga dikirimkan berupa satu ambulans, serta empat personel PMI Kota Depok untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang.

“Saya langsung memberikan arahan kepada PMI dan juga Pemadam Kebakaran Kota Depok untuk  mengirimkan satu kendaraan operasional, satu ambulans dan 12 personel untuk berperan aktif membantu evakuasi korban tsunami. Bantuan itu berangkat hari ini (24/12) untuk membantu melakukan proses evakuasi di lokasi bencana,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, sehabis menyalatkan korban tsunami di Ratujaya, dirinya menjenguk sejumlah warga Depok yang juga menjadi korban tsunami di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok dan Rumah Sakit Puri Cinere.

“Sekali lagi saya ucapkan bela sungkawa atas korban tsunami di Pantai Anyer, Banten, dan Lampung pada Sabtu (22/12). Saya juga mengajak warga Depok mendoakan korban agar keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan dan kekuatan,” tandasnya.

 

Penulis: Janet

Editor: Retno Yulianti

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :