IMG_0785

Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, memukul gong dan menggunting pita tanda bahwa gedung baru Palang Merah Indonesia (PMI) di Kawasan Grand Depok City (GDC), Cilodong, Depok diresmikan, Rabu (25/02/15) pagi.

Peresmian ini juga dihadiri perwakilan OPD, Camat, perwakilan PMI tingkat Provinsi, perwakilan Palang Merah Remaja (PMR) SMP dan SMA se Kota Depok serta tamu undangan.

Dalam sambutan Ketua PMI Cabang Depok, Sayid Khalid mengucapkan rasa syukur dan berterimakasih atas terbangunnya gedung PMI Cabang Depok di atas tanah seluas 2 ribu meter tersebut, mengingat pembangunan ini tidak lepas dari peran Pemerintah Kota Depok yang memudahkan pembangunan gedung tersebut.

“Alhamdulillah, berkat perjuangan yang telah kami lakukan, kini sudah dapat mewujudkan impian untuk memiliki gedung sendiri. Saya banyak mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Depok, khususnya Walikota yang berkenan mengabulkan keinginan kami memiliki gedung sendiri,” ujarnya.

Gedung baru ini sudah memiliki fasilitas yang memadai, ditambah hadirnya mobil donor darah keliling namun, Sayid mengaku masih mengalami kendala terkait jumlah armada mobil yang dimiliki.

“Fasilitas sudah lumayan lengkap namun, masih kurang jumlah armada, mengingat Depok adalah Kota Metropolitan yang jumlah penduduknya di atas 2 juta penduduk. Mudah-mudahan, ada donatur yang mau menyumbangkan mobil donor darah untuk tugas kemanusiaan,” jelasnya.

Sementara, Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il ikut merasa bangga memiliki gedung PMI yang berdiri di Kota Belimbing ini. Dirinya berharap, semoga dengan adanya gedung ini, masyarakat sekitar Depok tidak kesulitan lagi mencari kantong darah.

“Mudah-mudahan, semua fasilitas ini dapat digunakan dengan sebaik mungkin dan para anggota PMI dapat menjalankan tugas kemanusiaan sesuai dengan tupoksinya (tugas pokok dan fungsi),” jelas Nur.

Saat ini, permintaan darah satu bulan di Depok sebanyak 1000-1500 kantong, sedangkan jumlah pendonor rutin per bulan sekitar 100-150 pendonor. Walaupun stok darah kurang namun, masih dapat teratasi dengan meminta PMI tetangga seperti Bogor. (Nita/Diskominfo)

Bagikan post melalui :